Kamis, 23 Apr 2026

4 Tanda Kamu Sedang Mengalami Quiet Firing dan Cara Mengatasinya

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dito Jumat, 30 Sep 2022 02:30
Ilustrasi pekerja di kantor
 Net

Ilustrasi pekerja di kantor

Dikutip dari Linked In News, quiet firing adalah kondisi pemecatan 'diam-diam'. Ini merupakan kondisi di mana atasanmu dengan sengaja memperlakukanmu dengan buruk sehingga kamu menjadi merasa tidak betah di kantor dan memutuskan untuk berhenti bekerja.

Contoh quiet firing, meliputi saat sudah bertahun-tahun kerja, tapi tidak mendapatkan kenaikan gaji atau promosi; atau ketika atasan mengalihkan tanggung jawab dan tugas-tugas kepada orang lain bahkan ke anak baru.


Dari contoh ini bisa diambil kesimpulan bahwa quiet firing berbeda dengan quiet quitting. Di mana quiet quitting merupakan kondisi ketika seorang pekerja memutuskan berhenti bekerja keras dan berusaha untuk lebih santai menyelesaikan pekerjaan sesuai kemampuan. Misalnya jika biasanya bekerja lembur, saat menjalani quiet quitting mereka akan berusaha untuk selesai di akhir jam kerja.
Ilustrasi alami quiet firing.
Namun, dalam beberapa kasus  quiet firing yang dilakukan oleh atasan bisa membuat karyawan melakukan quiet quitting. Karena tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan kerja, karyawan pun bekerja dengan seminimal mungkin.

Tanda-tanda quiet firing

Nah, setelah mengetahui penjelasan mengenai quiet firing dan juga perbedaannya dengan quiet quitting, kamu juga harus mengenal beberapa tanda-tandanya. Berikut ini beberapa tanda quiet firing yang telah dirangkum:

produk kecantikan untuk pria wanita
1. Atasan selalu mengkritik pekerjaan yang kamu lakukan

Salah satu tanda kamu berada dalam situasi quiet firing adalah ketika atasanmu selalu mengomentari apa pun yang kamu kerjakan, bahkan hal kecil sekali pun. Komentarnya juga lebih terkesan negatif, tanpa memberikan umpan balik atau solusi agar kamu bisa meningkatkan kinerjamu di kantor.

Jika hal ini terus terjadi, maka lama kelamaan kamu akan merasa tidak percaya diri dengan apa yang dikerjakan. Kamu terus menebak-nebak apa sebenarnya kesalahan yang dilakukan dan merasa bahwa dirimu tidak cukup baik dalam bekerja, sampai akhirnya kamu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan.

2. Tidak mengalami kenaikan gaji dan promosi meski sudah bertahun-tahun kerja
iklan peninggi badan

Jika kamu sudah secara konsisten mencapai target dan berusaha bekerja dengan benar, tapi hal itu tidak diapresiasi oleh perusahaan, bisa saja kamu tengah berada dalam situasi quiet firing.
Pasalnya tanda lain bahwa kamu sedang berada di kondisi quiet firing adalah ketika atasan tidak pernah berbicara soal kenaikan gaji atau promosi padahal kamu sudah bekerja sejak lama. Padahal ini menjadi salah satu bentuk apresiasi dari perusahaan untuk karyawannya yang telah bekerja secara optimal.

3. Atasan memberikan peluang yang kamu inginkan kepada orang lain

Tanda lain dari quiet firing adalah ketika atasanmu mempercayakan proyek yang kamu incar kepada anggota tim lain. Atasanmu mengalihkan peluang kerja tersebut karena ingin membuat kamu merasa rendah diri dan akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan.

4. Kamu diberikan beban kerja yang tidak masuk akal

Ketika kamu terus diberikan tugas yang tidak masuk akal dan di luar dari tanggung jawabmu, itu juga bisa menjadi salah satu ciri dari quiet firing. 

Atasanmu berusaha untuk membuat kamu tertekan dengan tugas-tugas yang berat sehingga lama kelamaan kamu lelah dan memutuskan untuk mengundurkan diri.

Cara mengatasi quiet firing

Jika kamu mengalami salah satu tanda di atas, bisa jadi kamu tengah berada dalam quiet firing. Nah, agar tidak salah langkah, ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi quiet firing.

1. Buat jurnal selama kerja

Pastikan untuk mencatat dengan tepat apa yang terjadi selama bekerja. Kamu bisa menceritakan berbagai pengalaman ketika kamu tidak dihargai, dikucilkan, atau tidak disukai oleh atasan. Hal ini penting agar kamu bisa meluapkan segala perasaan dengan memiliki catatan tentang apa yang terjadi selama bekerja.
Membuat jurnal dapat membantu mengendalikan dan memperbaiki suasana hati. Kamu bisa mengutarakan masalah, ketakutan, dan kekhawatiran yang dialami. Selain itu, menulis jurnal juga bisa melacak hal-hal yang tidak kamu sukai sehingga kamu bisa lebih mengenali apa pemicu stres dan kamu bisa mengendalikannya dengan lebih baik lagi.

2. Coba ajak atasan untuk berbicara empat mata

Cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan merencanakan pertemuan dengan atasan. Ajak atasanmu untuk berbicara empat mata mengenai apa yang kamu rasakan dan coba komunikasikan kekhawatiran yang kamu alami selama ini.

Atasan yang baik pasti akan bersedia untuk berbicara dengan karyawannya. Namun, jika menolak tanpa alasan jelas itu tandanya kamu benar-benar berada dalam situasi quiet firing.

3. Jika tidak ada perubahan, coba putuskan untuk berhenti

Jika tidak ada yang berubah setelah melakukan kedua cara ini, kamu bisa memutuskan untuk berhenti kerja. Prioritaskan kebahagiaan dan kesejahteraan saat bekerja, kamu pantas mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik.
Editor: Tessa
Sumber: kumparan.com

Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️