Minggu, 19 Sep 2021 08:32
  • Home
  • Ragam
  • Menteri BUMN Erick Thohir: KEK Sei Mangkei Harus Dorong Ekonomi Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat

Menteri BUMN Erick Thohir: KEK Sei Mangkei Harus Dorong Ekonomi Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Sabtu, 03 Jul 2021 11:03
Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir berharap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara mampu mengundang investor untuk menanamkan investasinya guna meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja. 

Diharapkan kawasan Industri ini harus segera dikembangkan tidak berorientasi pada perusahaan property saja tetapi menjadi kawasan industry yang bisa bersaing dengan KEK di daerah lainnya dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Seperti arahan Bapak Presiden RI bahwa kawasan Industri ini harus segera dikembangkan tidak berorientasi pada property company, namun bagaimana kawasan industri ini menjadi kawasan industri yang bisa digunakan untuk investasi oleh partner-partnernya sehingga kawasan industri ini cepat jadi," kata Erick saat berkunjung ke KEI Sei Mangkei, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (25/6/2021). 

Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah didampingi Dirut Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani. 

KEK Sei Mangkei merupakan KEK pertama di Indonesia yang diresmikan beroperasinya oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. 

KEK Sei Mangkei berlokasi di Provinsi Sumatera Utara dan memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata dan logistik. 

Erick menambahkan pengelola KEK Sei Mangkei sebenarnya dapat mengeksplorasi kekayaan sumber daya alam di wilayah Sumatera Utara dan sekitar kawasan tersebut sehingga bisa menjadi investasi yang terjangkau bagi para masyarakat sekitar. Oleh karena itu, keberadaan.

KEK Sei Mangkei akan bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Utara untuk meningkatkan ekonomi dan membuka kesempatan lapangan kerja. Diungkapkan Erick, dirinya sudah meminta kepada PTPN III yang mengelola KEK Sei Mangkei agar dapat menjadikan tanah-tanah yang berada di sekitaran kawasan tersebut bisa menjadi investasi yang murah bagi para pengusaha yang ingin membangun pabriknya di Kawasan tersebut

"Sumut sejak zaman dahulu memang sudah terkenal akan sumber daya alamnya, untuk itu sekarang kita perlu melakukan hilirisasi, saya tadi juga melihat beberapa pabrik yang ada di 
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, yang bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Hal ini berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar KEK Sei Mangkei," ungkap Erick. 

Erick berharap KEK Sei Mangkei bisa bersaing secara positif dengan KEK di daerah lainnya, bahkan bisa bersinergi dalam meningkatkan dan mendukung perekonomian nasional. 

Managemen KEK Sei Mangkei agar belajar kepada Kawasan Industri Batang (KIB) yang telah berhasil mengandeng banyak investor dalam waktu singkat.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.933,8 Ha terdiri dari industri hilir kelapa sawit, industri hilir karet, dan aneka industri lainnya. 

Fokus pengembangan zona industri di 
KEK Sei Mangkei adalah Hilirisasi komoditi Kelapa Sawit dan Karet.

Konsep pengembangan energi di KEK Sei Mangkei mengutamakan energi baru terbarukan (renewable energy) yang menjadikan pengembangan KEK Sei Mangkei dalam Green Economic Zone (Zona Ekonomi Hijau). 

Kementerian Perindustrian telah membangun fasilitas yakni dry port, tank farm dan pusat innovasi. Sedangkan untuk distribusi suplai listrik, gas, serta jaringan telekomunikasi guna mendukung kegiatan investasi di KEK Sei Mangkei, PT Perkebunan Nusantara III bekerjasama dengan PLN, Pertagas dan Telkomsel. 

Sedangkan untuk pengelolaan air bersih dan air limbah merupakan fasilitas yang telah dipersiapkan dan dibangun oleh PT Perkebunan Nusantara III.

PTPN III (Persero) telah menjalin kerjasama dengan mitra strategis untuk mengembangkan pembangkit listrik dari sumber energi baru terbarukan antara lain : Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2 MW dari hasil pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 MW. 

Program ini mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (renewable energy) nasional dan menarik minat investor menanamkan investasinya di KEK Sei Mangkei.

Selain PLTS dan PLTBg, saat ini telah ada beberapa calon mitra strategis yang siap bekerjasama dengan PTPN Group dalam mengembangkan Bio-Compressed Matural Gas (Bio-CNG) dari POME untuk disuplai ke tenant di KEK Sei Mangkei serta terdapat calon investor yang akan berinvestasi dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berkapasitas 1 x 15 MW dan pengoperasian PLTBm berkapasitas 2 x 3,5 MW.

Sejumlah perusahaan terkemuka baik asing maupun domestik telah menanamkan investasi ke KEK Sei Mangkei, yakni PT Unilever Oleochemical Indonesia, PT Industri Nabati Lestasi, PT 
Delamere Estates Indonesia, PT All Cosmos Biotek, dan PT Aice Sumatera Industry. 

Selain itu, ada juga investor dalam penyediaan infrastruktur pendukung, antara lain PT PLN, PT Pertamina Power Indonesia, dan PT Pertamina Gas. 

Beberapa investor yang sedang proses 
penjajakan kerjasama untuk mengembangkan pabrik di Sei Mangkei diantaranya adalah PT Unilever Oleochemical Indonesia yang akan melakukan ekspansi pabriknya diatas lahan tambahan seluas 9 ha dan investor baru yakni PT KKB SMET, Alliance, PT NHL dan beberapa investor dari India, Korea, Malaysia, China, Taiwan dan Inggris yang diharapkan akan memulai 
investasinya di KEK Sei Mangkei dalam waktu dekat.

Mengenai Holding Perkebunan Nusantara:

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet. 

Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996. Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia berdasarkan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014. Sebagai perusahaan induk (holding company) BUMN di sektor perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas 13 perusahaan perkebunan yakni PTPN I sampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dan perusahaan di bidang pengembangan Human Capital yaitu PT LPP Agro Nusantara.

Saat ini Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk komoditas Perseroan mencakup komoditas anak perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta 
produk hilirnya masing-masing. 

Berdasarkan data per 30 Juni 2020, areal tanaman PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 552.888 ha, tanaman karet seluas 154.737 
ha, teh 30.279 ha serta areal tebu sendiri seluas 53.946 ha. 

Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on farm), pengolahan tanaman perkebunan (off farm) serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas dan efisiensi bisnis.
Editor: Budi

T#g:KEKSei Mangkei
Berita Terkait
  • Sabtu, 11 Sep 2021 21:11

    Pipi Kakek ini robek sebanyak 14 jahitan, gara-gara kepergok di halaman rumah warga Binjai

    Naas dialami oleh pria tua ini. Sebab, aksi yang dilakukan Kakek berinisial NT (63) yang merupakan warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Lingkungan V Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, babak

  • Jumat, 10 Sep 2021 08:30

    Rilis Webseries Kakekane, Prima Founder Siap Tarik Perhatian Penggemar Sitkom

    Sebuah kata yang sama bisa saja memiliki makna yang berbeda bagi tiap daerah di Tanah Air. Seperti pada kata kakekane, bagi masyarakat Jawa merupakan sebuah ungkapan kejengkelan, namun bagi masyarakat

  • Minggu, 13 Jun 2021 18:33

    Pusat Perawatan Pesawat Udara- Batam Aero Technic (BAT) Jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

    Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat perawatan dan pengerjaan pesawat udara (Maintenance, Repair, Overhaul/ MRO) member of Lion Air Group hari Sabtu (12/6) mengumumkan telah mendapatkan persetujuan

  • Selasa, 04 Mei 2021 01:04

    KEK Sei Mangkei Mulai Diminati

    Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei tahun ini mengalami tren peningkatan yang signifikan dibanding tahun lalu karena pelaku bisni

  • Kamis, 01 Okt 2020 20:21

    Gubernur Edy Sahkan RUPTL PTPN III Sei Mangkei, PLTGU 1.600 MW Segera Dibangun

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menandatangani Surat Keputusan (SK) Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Wilayah Usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III KEK Sei Mangkei, Selasa (29

  • Kamis, 17 Sep 2020 10:17

    Gubernur Edy Laporkan Kendala di Pelabuhan Kuala Tanjung ke Luhut

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melaporkan beberapa kendala yang terjadi terkait Pelabuhan Kuala Tanjung kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI L

  • Kamis, 27 Agu 2020 08:57

    Edy Rahmayadi dan Chairman PT HPC Teken MoU Pembangunan PLTGU 4.800 MW di Batubara

    Setelah melewati beberapa tahapan, akhirnya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Kabupaten Batubara mulai menunjukan titik terang. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sum

  • Rabu, 17 Jan 2018 19:47

    Pelabuhan Kuala Tanjung Beroperasi April 2018, Didukung Jalan Tol & Kereta Api

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung akan selesai pada bulan Maret 2018. Kemudian diperkirakan bulan April sudah beroperasi sehingga dapat menarik inve

  • Rabu, 02 Agu 2017 08:51

    PP GMKI dukung Presiden terbitkan Perppu 2/2017, dan apresiasi proyek strategis nasional

    Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memberikan dukungan terkait sikap pemerintah yang tegas dalam menanam nilai-nilai Pancasila yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

  • Jumat, 28 Jul 2017 11:28

    Proyek Strategis Nasional Berdampak Positif

    Selain Maritim, Ekonomi dan Pangan, Infrastruktur merupakan salah satu dari fokus arah pembangunan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak