Jumat, 26 Apr 2019 19:45
  • Home
  • Ragam
  • Klaim Menang di 5.000 TPS, Cyrus Network Tantang 02 Buka Data Exit Poll

Klaim Menang di 5.000 TPS, Cyrus Network Tantang 02 Buka Data Exit Poll

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Budi
Rabu, 17 Apr 2019 19:07
Detik.com
Konferensi pers Cyrus Network
Capres 02 Prabowo Subianto menyebut banyak lembaga survei yang menggiring opini publik dirinya kalah di Pilpres 2019. Namun Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi, menepis tudingan tersebut.

Hasan mengatakan pihak yang membuat poling (pollster) bekerja secara profesional dan bersedia diaudit atas rilis survei yang dibuat. Dia tak terima bila lembaga survei disebut menggiring isu dan menipu.

"Pollster lembaga survei bisa berpihak tapi ketika melakukan hasil dia profesional dan yang gabung di Persepi bersedia diaudit. Yang buat saya khawatir adalah pertama, ada tuduhan dari orang pollster sedang menipu. Kemudian dia ada pollster yang menangkan dia. Buat saya ini nggak fair. Kalau mau diadu aja. Lembaganya bener apa nggak," kata Hasan dalam konferensi pers di Kantor CSIS, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Dia mengatakan lembaga survei yang ada di bawah Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) tidak pernah mengeluarkan hitung cepat (quick count) dengan data bohong. 


Hasan mengatakan pihaknya sempat diaudit soal survei yang digelar di 2.002 TPS se-Indonesia.

Hasan kemudian menyindir balik klaim Prabowo yang mengaku menang Pilpres 2019 berdasarkan exit poll internal yang dilakukan di 5.000 TPS. Dia menantang lembaga survei Prabowo untuk sportif membuka data-data survei tersebut.

"Saya ingin tekankan bahwa kalau demokrasi mau jalan yang lebih benar ya harus sportif dengan mengangkat data-data yang nggak bisa dibenarkan, kemudian mengklaim. Kita bersedia diaudit TPS hasilnya berapa. Apalagi ada yang ngaku 5.000 TPS itu kalau kita paksa hari ini pasti nggak akan bisa (tunjukkan)," tuturnya.

Hasan mengatakan Cyrus melakukan pengumuman kemenangan Jokowi-Ma'ruf setelah data masuk sebanyak 87 persen. Pengumuman disampaikan karena dianggap tak akan ada perubahan suara yang signifikan.

"Kalau kita berani tantang dan hasil ini 87 persen nggak akan berubah banyak. Jadi angka ini mirip menyerupai hasil 90 persen. Sebenarnya kita mau umumkan nanti pas 90 persen tapi karena ada yang sok-sok klaim menang duluan maka kita ingin sampaikan ini, yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin yang unggul dari (survei) kita," ujar Hasan.

Sebelumnya, Prabowo mengklaim menang di Pilpres 2019. Selain itu, Prabowo juga menuding ada upaya dari lembaga-lembaga survei yang merilis hasil quick count.

"Walau demikian hasil exit poll kita di 5 ribu TPS kita menang. Dan hasil quick count kita menang 52,2 persen," kata Prabowo di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

"Semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di seluruh TPS dan kelurahan. Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah," imbuh Prabowo.

Editor: Tommy

Sumber: detik.com

T#g:PrabowoQuick CountSurveiTPS
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Apr 2019 16:46

    Jangan Terpengaruh Propaganda Orang, KRT Tohom Purba: Quick Count Terobosan Ilmu Pengetahuan

    Seminggu setelah pencoblosan 17 April berbagai upaya provokatif masih saja mewarnai hiruk pikuk demokrasi, mulai dari klaim pemenangan hanya dari hasil survey internal, sampai pada upaya delegitimasi

  • Jumat, 26 Apr 2019 11:16

    Kehormatan Presiden

    Selama periode pertama, Presiden Joko Widodo telah melakukan berbagai tindakan yang membuat lembaga kepresidenan sangat dekat dengan rakyat. Beliau melepas "kesakralan" dengan minum kopi di warkop, ma

  • Jumat, 26 Apr 2019 07:26

    Profesor Himpun Panggabean: Quick Count itu Juga Bagian dari Penelitian Ilmiah

    Guru besar Fakultas Sastra Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan, Prof. Dr. Himpun Panggabean, menanggapi hasil penghitungan suara Pemilu dan Pilpres 2019 yang dipublikasikan di berbagai media.

  • Kamis, 25 Apr 2019 18:15

    BPD 02 Sumut Bentuk Posko Pengaduan Masyarakat

    Sikap nyata diambil oleh Badan Pemenangan Daerah Prabowo Sandi Provinsi Sumatera utara, Kamis sore (25/04/2019), dalam rangka menyikapi proses Pemilu yang sudah mencapai tahap penghitungan suara.Melal

  • Kamis, 25 Apr 2019 16:55

    Emak-emak Medan Tolak Pemilu Curang

    Aksi relawan Paslon 02 Prabowo- Sandi Rabu Biru Indonesia digelar dengan melaksanakan long march ke Kantor KPU Medan pada Kamis pagi (25/04/19).

  • Kamis, 25 Apr 2019 16:15

    Nana KPU Medan: Kami Tidak Akan Pernah Lakukan Kecurangan

    Komisioner KPU Kota Medan Divisi Program, Data dan Informasi, Nana Miranti menyatakan bahwa KPU Medan sebagai penyelenggara Pemilu bekerja sesuai UU.

  • Kamis, 25 Apr 2019 13:05

    Kapolrestabes, Walikota Medan dan Dandimtabes 0201/BS Pantau PSU

    Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH,SIK,MSi bersama Walikota Medan Drs T Zulmi eldin MSi dan Dandimtabes 0201/BS Kol inf Yuda Rismansyah memantau pemungutan suara ulang (PSU) di 2 Lo

  • Rabu, 24 Apr 2019 15:54

    Gerakan Literasi Terbit Ajak Netizen Dukung Hasil Pemilu Yang Konstitusional dan Perangi Hoax Untuk Berlanjutnya Kepemimpinan Nasional

    Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan politik nasional pascapelaksanaan Pemilu 2019, Komunitas Gerakan Literasi Terbit (GESIT) menggelar diskusi bagi Warganet di Ballrom Hotel Mega Menteng, J

  • Rabu, 24 Apr 2019 05:54

    Data masuk 21,64 persen, suara Prabowo-Sandiaga makin tertinggal

    Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sementara semakin tertinggal hampir 3,5 juta suara dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan data penghi

  • Senin, 22 Apr 2019 17:22

    Saat Pilgub DKI, Prabowo Sangat Percaya Quick Count

    Langkah Prabowo Subianto, yang tak percaya hasil quick count atau hitung cepat sangat berlawanan dengan saat Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Demikian dikatakan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jok

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak