Kepala BPS Sumut, Dr Syech Suhaimi SE, M.Si., menegaskan bahwa tidak ada permintaan nama ibu kandung dalam sensus penduduk online yang saat ini berlangsung.
"Tidak ada permintaan nama ayah atau ibu dalam sensus penduduk online. Itu hoax", ujar Dr Syech Suhaimi, saat ditemui usai audensi ke Ketua DPRD Sumut, Drs. Baskami Ginting, di kantornya, jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (19/2).
Menurutnya, setelah info hoax tersebut beredar di WhatsApp, Selasa (17/2) Kominfo langsung membantah dan meng-cut informasi tersebut.
"BPS tidak ada menanyakan ibu kandung dalam sensus ini. Tidak ada menanyakan", tegasnya kembali.
Dalam kesempatan ini juga, Kepala BPS Sumut menyatakan bahwa sensus online yang berlangsung saat ini ditargetkan mencapai 20 persen dari total rumah tangga di Sumut.
"Targetnya duapuluh persen dari jumlah rumah tangga, berarti sekitar 1,2 juta rumah tangga mengikuti sensus secara online", katanya.
Selain metode pengumpulan data penduduk melalui sensus online, DR Syech Suhaimi mengatakan bahwa untuk masyarakat yang tidak berada di kantung-kantung internet akan dilayani secara manual, didatangi oleh petugas ke rumah masing- masing.
"Bagi masyarakat yang tidak mengisi sensus penduduk online akan kita kunjungi. Nanti akan kita datangi door to door pada bulan Juli", pungkasnya.