Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Drs. Nikson Nababan, MSi dan Bapak Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah banyak melakukan perubahan, yang mana dalam melakukan Pelayanan Prima demi kepuasan Masyarakat, pelayanan terpadu satu pintu sudah bisa secara elektronik.
Dari pantauan, terlihat dari fasilitas kantor yang sudah memadai, antara lain pemberian nomor antrian pemohon secara elekronik, petugas front office yang selalu siap membantu/melayani masyarakat dalam pengurusan perijinan. Juga memberikan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas, ruang pengaduan masyarakat, ruang laktasi dan bermain anak.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Jonner Julifer Nababan, ST menerangkan dengan fasilitas dan kenyamanan yang kita berikan ke Masyarakat dan kerja keras tim DPMPTSP membuahkan hasil yaitu kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah melebihi target 190% pada Semester Pertama.
"Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dengan target 1,3 Miliar. Sekarang kondisi PAD dari Dinas ini, sudah mencapai 3 Miliar pada triwulan Tiga", ungkapnya kepada awak media Selasa (18/10).
Sebelumnya awak Media, mempertanyakan beberapa Dinas yang memiliki target PAD. Dari penelusuran awak Media, DPMPTSP sangat fantastis melebihi target sebesar 190% PAD.
Disamping itu, DPMPTSP juga berusaha untuk menarik Investor-investor untuk menanamkan modalnya di kabupaten Tapanuli Utara. Hal ini ditandai adanya beberapa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air/PLTMH, dan beberapa pengusaha juga sedang melaksanakan Konstruksi PLTA/PLTMH.
Diawali perbincangan yang akrab kepada kepala dinas DPMPTSP, awak media mulai menjurus dengan beberapa pertanyaan terkait kemampuan Dinas tersebut mencapai target PAD yang dianggap fantastis.
"Semuanya pencapaian ini, pastinya dengan adanya kerjasama yang baik di setiap bidang di Dinas kita. Berjibaku untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat", terang kepala Dinas DMPTSP di ruang kerjanya.
Adapun sebelumnya target PAD Dinas PMPTSP 1,3 Miliar, pada pertengahan semester PAD sudah tercapai 2,5 Miliar. Namun, di perubahan anggaran pendapatan belanja daerah 2022 lalu Dinas ini ditargetkan PAD 3,5 Miliar.
"Posisi Oktober ini PAD sudah berada pada posisi 3 Miliar. Saya dan teman-teman masih tetap bersemangat untuk mendapatkan PAD sesuai target yang disebutkan pada perubahan APBD Ta.2022", jelasnya.
Di pihak lain, seorang pengusaha yang tidak mau disebutkan namanya, merasakan kepuasan dari pelayanan Dinas PMPTSP ini. Dan, setelah awak media menjelaskan kemampuan Dinas ini memberikan PAD yang dinilai fantastis. Pengusaha ini pun, merasa terdorong mengungkapkan rasa simpatis kepada Dinas ini.
"Saya merasa puas pelayanan Dinas perizinan ini. Mereka memberikan pendampingan untuk mengajarkan saya mengurus izin melalui aplikasi. Sungguh fantastis, jika kemampuan Dinas perizinan mendapatkan PAD melebih target 190%, dan sudah selayaknya upaya kerja keras mereka diberikan reward (hadiah)", ucap masyarakat ketika bertemu di wilayah kota Tarutung.
Dari DPMPTSP Uraian target PAD APBD di TA.2022 Rp1.315.000.000, Realisasi target semester I Rp2.500.000.000, telah melampaui target sebesar 190%.
Target PAD pada Perubahan APBD TA.2022 Rp2.220.000.000, sehingga Total Target PAD Rp3.535.000.000. Sampai saat ini, realisasi triwulan III Rp3.037.000.000.