Janji Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, untuk membelikan satu unit rumah bagi keluarga korban meninggal dunia terkait isu Begu Ganjang yang terjadi di Kecamatan Barus pada Rabu, 1 Oktober 2025, terbukti ditepati.
Komitmen tulus Masinton Pasaribu terungkap saat Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Johannes Hanzen Saruksuk, bersama rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, mengunjungi kediaman Masnida Sihotang, istri dari korban RP (53), pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, secara simbolis menyerahkan bantuan untuk pembelian sebuah rumah. Meskipun duka mendalam atas musibah tersebut masih terasa, suasana haru bercampur sukacita menyelimuti keluarga Masnida Sihotang.
"Sebuah rumah dan tanah seluas 10 meter kali 31 meter, yang berlokasi di Lingkungan 2, Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, kini resmi dimiliki oleh ibu Masnida Sihotang dan Keluarga. Biaya pembelian rumah dan tanah ini bersumber dari keluarga korban dan bantuan dari Bupati Tapanuli Tengah, bapak Masinton Pasaribu," ujar Johannes Hanzen Saruksuk.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan tersebut menjelaskan, Masnida Sihotang adalah istri dari RP (53) korban yang meninggal akibat isu Begu Ganjang di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Barus.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tapteng menyebutkan, penyerahan bantuan dari Bupati Tapanuli Tengah ini, diwakilkan karena padatnya jadwal kerja Masinton Pasaribu di luar kota.
"Kami diamanatkan untuk menyerahkan sertifikat tanah berukuran 10 kali 31 meter dan bangunan rumah yang siap huni kepada keluarga ini. Sejatinya, sertifikat telah rampung sejak 16 Oktober 2025 lalu, dan bapak Masinton Pasaribu berencana menyerahkannya secara langsung, namun terhalang agenda kerja yang padat diluar kota," jelasnya.
Dikatakannya, bantuan biaya pembelian rumah ini merupakan wujud kepedulian dan empati Bupati Tapanuli Tengah beserta Keluarga atas musibah yang menimpa Masnida Sihotang bersama anak-anaknya.
Pemkab Tapteng berharap Masnida beserta keluarga dapat tabah serta segera bangkit untuk melanjutkan kehidupan.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan selalu hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang tertimpa musibah dan cobaan," tegas Johannes Hanzen Saruksuk.
Lebih lanjut, Pemkab Tapteng mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi tak bertanggung jawab, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sementara itu, Masnida Sihotang, istri almarhum RP (53), didampingi Suhardi Sihotang, adik dari istri korban, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu atas kepeduliannya.
"Terima kasih kami sampaikan kepada bapak Bupati Tapanuli Tengah yang telah membantu pembangunan satu unit rumah beserta tanahnya. Rumah ini sudah menjadi milik saudari kami sejak 16 Oktober 2025, sesuai dengan surat kepemilikannya," ungkap Suhardi Sihotang, mewakili keluarga korban.
Sejak musibah terjadi, keluarga korban juga telah menerima berbagai bentuk kepedulian lain dari Pemkab Tapteng, termasuk layanan kesehatan (Kartu BPJS), konseling trauma, dan bantuan sosial lainnya.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut antara lain Plt. Kadis Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan, Plt. Kadis Sosial Tapteng Marniati Simanullang, Camat Sorkam Barat Khairun Nisa Marbun, Plt. Camat Barus Sanggam Panggabean, Lurah Binasi, serta Keluarga Penerima Bantuan.