Minggu, 03 Mei 2026

PKS ibaratkan Jokowi seperti ayam jago yang digosok pantatnya

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Utama News Selasa, 25 Mar 2014 15:37
Wasekjen PKS Fahri Hamzah terus mengkritik Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, dia mengibaratkan Jokowi seperti ayam jago yang digosok pantatnya agar berani saat diadu dengan ayam lain.

Menurut Fahri, seorang capres harus siap dikritik dan ditelanjangi oleh lawan politik. Bukan justru merasa diserang dan diejek.

"Kita harus siap berkelahi, jangan merengek-rengek, kok saya diserang. Itu filsafatnya demokrasi, banyak kandidat yang enggak sadar bahwa menerima demokrasi sebagai sistem politik, menerima konflik sebagai fakta dalam keseharian. Konflik dianggap sebagai permainan dewasa jangan diterima seperti kekanak-kanakan," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/3).

Dia menilai, yang tidak boleh dalam demokrasi adalah melanggar hukum atau menyerang pribadi seseorang. Tapi membongkar karakter dan kinerja seseorang, itu diwajibkan dalam demokrasi.
"Yang tidak boleh melanggar hukum, serang pribadi, membongkar record, karakter itu wajib, itulah indahnya demokrasi," tegas dia.

Kemudian, dia pun mengibaratkan Jokowi seperti seekor ayam aduan yang digosok pantatnya agar berani melawan ayam lain. Namun sayang, ketika benar-benar diadu, malah takut karena belum siap.

"Baik PDIP maupun Jokowi sudah siap menghadapi kompetisi dengan berani nyodorin calon tapi perkelahian (serangan politik) dilarang, ini kan kaya orang adu ayam, Jokowi dipanisin dulu digosok pahanya," kata dia.

Anggota Komisi III DPR ini pun menambahkan, saat Jokowi diunggulkan survei capres mengaku tidak mikir dan mau fokus urus Jakarta. Dalam hal ini, menurut dia, PDIP melihat Jokowi berminat, dan ketika dicapreskan ternyata belum siap menerima serangan politik.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Dalam kata-katanya itu (copras,capres, enggak mikir) PDIP lihat kawan kita ini mau, waktu pantatnya digosok, dan benar sebelum pemilu disorong (diadu), begitu disorong, diserang sama yang lain, waakkk (takut, tidak siap)," ibarat dia.

"Logikanya begitu pencalonan (presiden) itu, kalau sudah ada di gelanggang bilang jangan pukul saya, padahal ini pertarungan. Itu (adu ayam) logika sederhananya," imbuhnya.

Kendati begitu, dia meyakini bahwa tak pernah serang pribadi seseorang. Namun sebagai anggota DPR, pihaknya wajib mengkritisi setiap calon. "Dan saya tidak ada menyerang pribadi. Itu yang mesti dicatat," pungkasnya.
[mrdk/did]
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️