Kamis, 22 Agu 2019 17:13
  • Home
  • Pendidikan
  • Wali Kota Medan Harap Teflin Mampu Majukan Pembelajaran Bahasa Asing

Wali Kota Medan Harap Teflin Mampu Majukan Pembelajaran Bahasa Asing

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Kamis, 08 Agu 2019 22:08
Istimewa
The 66th Teflin di Auditorium Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Pemko Medan sangat menyambut baik digelarnya Teaching English as a Foreign Language in Indonesia (Teflin). Sebab, asosiasi profesi pengajar bahasa Inggris terbesar dan tertua di Indonesia ini diharapkan mampu mempercepat akselerasi kemajuan seluruh pembelajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris di Kota Medan.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Umum Renward Parapat ketika menghadiri The 66th Teflin di Auditorium Universitas Negeri Medan (UNIMED) Jalan Williem Iskandar, Kamis (8/8).

Meski demikian Renward mengingatkan, meskipun nantinya dalam pengajaran bahasa Inggris ini akan aktif mengajarkan bahasa asing, namum dia berpesan agar bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa ini jangan sampai diabaikan.

"Carilah berbagai program edukasi yang kreatif, sehingga proses pengajaran bahasa Inggris ini akan mampu berfungsi secara maksimal mencerdaskan anak bangsa. Di samping itu, harus diingat untuk senantiasa ikut melestarikan bahasa daerah serta senantiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari," kata Renward.


Mantan Kadis Perhubungan Kota Medan ini selanjutnya mengungkapkan, kini para guru dan dosen bahasa Inggris kian menempati posisi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kemampuan bahasa asing di tengah masyarakat Indonesia, termasuk Kota Medan. Ditambah lagi bahasa Inggris, merupakan  salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbesar di dunia.

"Jadi mempelajari bahasa Inggris merupakan salah satu upaya untuk mampu berbaur menjadi warga kampung global. Selain itu, bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional sehingga dengan menggunakan bahasa Inggris, masyarakat mampu beradaptasi dengan warga asing," ungkapnya.

Sekaitan itulah, Renward sangat mengapresiasi hadirnya sejumlah pembicara dari Tanah Air, dan mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Inggris, Australia dan Jerman.

Dengan begitu konferensi Teflin ini menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dan berbagi referensi yang pastinya akan memperkaya wawasan dan khasanah keilmuan para guru dan dosen yang mengajarkan bahasa Inggris.

Terakhir Renward berpesan agar guru maupun dosen bahasa Inggris mampu berperan dalam pelestarian budaya asli Indonesia namun tetap mampu beradaptasi dalam mengikuti perkembangan zaman masyarakat global.


"Semoga para guru dan dosen bahasa Inggris akan mampu berperan nyata dalam pelestarian budaya asli Indonesia namun tetap mampu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman menuju masyarakat global yang tanpa batasan lagi," harapnya.

Teflin beranggotakan guru dan dosen bahasa Inggris di seluruh Indonesia dan Asia Pasifik. Kini, Teflin telah menjelma jadi wadah untuk berbagi dan mendiskusikan isu-isu kontemporer yang sedang trend dan juga isu-isu yang menyangkut perkembangan pengajaran bahasa, proses pembelajaran dan juga penelitian.

The 66th Teflin dihadiri ratusan peserta dan dibuka Rektor UNIMED Dr. Syamsul Gultom, SKM MKes. Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang. Dihadapan seluruh peserta, Syamsul mengatakan bahwa bahasa merupakan sarana berfikir, untuk apa kita belajar bahasa Inggris di sekolah karena dengan mempelajari bahasa Inggris mampu mengubah pola pikir. Maka dari itu, sekolah mempunyai kebijakan agar mengajarkan bahasa Inggris dan bagaimana bahasa Inggria tersebut dapat diterima muridnya.

"Guru mempunyai kebijakan bagaimana memotivasi anak muridnya agar dapat belajar behasa asing, jika mereka mampu berbahasa asing, mereka akan dengan mudah maju. Apalagi zaman sekarang ini begitu banyak anak-anak kecil yang sudah pandai berbahasa Inggris, menurut mereka jika mereka bisa berbahasa Inggris mereka merasa bahwa dirinya gaul dan smart di sekitar lingkungannya," jelasnya.
Editor: Budi

T#g:english
Berita Terkait
  • Minggu, 23 Apr 2017 10:00

    Diversity and Religious Tolerance: Best Two Mascots of Indonesia

    By Ananda Rasti. The author is the observer of Politics and Security at the Institute of Political Analysis and Democracy (LAPD) in Jakarta.

  • Kamis, 20 Apr 2017 21:48

    Prioritize the Local Wisdom Values as Media of Conflict Resolution

    By Wildan Nasution, the observer of Political and Security issues. Senior researcher Strategic Intelligence Center of Risk Assessment (Cersia) Jakarta.

  • Senin, 17 Apr 2017 16:52

    Political Islamo-phobia Alert

    By: Iqbal Fadillah, Social and Politics Observer

  • Senin, 10 Apr 2017 11:16

    Wary of the Revival of the Communist

    The Communist movement today depends on the situation, which in certain situations will arise and PKI is currently not ever count out but they stated that their goals have not been achieved.

  • Jumat, 07 Apr 2017 08:15

    Addressing the Freeport Case

    It's been about 45 years of mining activities by PT Freeport-McMoran Indonesia (Freeport) exploration in the Motherland. Again, a wide variety of polemic caused by the largest contributor to the GDP of the Republic.

  • Minggu, 02 Apr 2017 12:36

    Can we reach 6.1% economic growth in 2018?

    President Joko "Jokowi" Widodo has instructed his Cabinet to reach 5.4 to 6.1 percent economic growth in 2018.

  • Senin, 20 Feb 2017 08:34

    Is the Press Freedom Worsening?

    By: Andian Wiwaha *)Throughout the period of 2016 conducted by Pers in LBH by advocating litigation and non-litigation and conduct monitoring development of the press, the press in LBH many noted that

  • Minggu, 04 Des 2016 07:05

    Social Media, 212 and Nation Disunity

    By: Toni Ervianto *)Actually, knowledge and technology progress have indicated with various tools in social media should be educated everyone, to strengthened national integrity and national hospitali

  • Senin, 21 Nov 2016 06:12

    Questioning Political Actors Behind Nov, 4th Rally Riots

    By: Otjih Sewandarijatun *)President Joko “Jokowi” Widodo should have been on a state visit to Australia this week, but instead spent the past two days visiting the country’s armed forces and ma

  • Sabtu, 22 Okt 2016 20:35

    Crucial Issues Prior to the Regional Election of 2017

    By: Toas H *)Simultaneous regional election of 2017 will be held in 101 regions throughout Indonesia consisting of 7 provinces, 18 cities and 76 regencies. The dynamics of the stages of the regional e

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak