Kordinator Aliansi BEM Sibolga-Tapteng, Irsan Palupi Sihaloho tanggapi wacana yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum Mahfud MD saat berkunjung ke sekolah partai PDIP, tentang pelaksanaan pemilu dengan sistem proporsional tertutup.
"Pelaksanaan sistem proporsional terbuka dan tertutup memiliki dampak baik dan buruk terhadap pelaksanaan pemilu di Indonesia," katanya, Senin (17/10/2022).
Dikatakannya, dampak baik dari Pemilu sistem tertutup akan mempermudah masyarakat dalam pemilihan yaitu hanya dengan memilih Partai politiknya saja.
"Tetapi dari segi negatifnya masyarakat kurang mengetahui informasi tentang calon yang akan dimenangkan, karena sistem proporsional tertutup adalah salah satu macam dari sistem perwakilan berimbang di mana pemilih hanya dapat memilih partai politik secara keseluruhan dan tidak dapat memilih kandidat. Namun, kandidat dipersiapkan langsung oleh parpol," sebutnya.
Sedangkan jika pelaksanaan pemilu Sistem proporsional terbuka, Irsan menilai dampak kepada masyarakat akan lebih dekat dan mengetahui sejak awal dari kualitas calon maupun track record yang menjadi pendukung untuk menyakinkan masyarakat.
Namun dampak negatif dari sistem proporsional terbuka ini ialah memberikan ruang bagi mereka yang memiliki banyak uang untuk memenangkan pertarungan sehingga calon yang finansial besar tetapi kualitas kurang bagus akan menang dengan finansial kecil kualitas bagus.
"Tetapi terlepas dari itu semua harapannya pemilihan umum yang diselenggarakan tahun 2024 dapat menghasilkan pemimpinan yang berkualitas sehingga memberikan perubahan untuk Indonesia ke arah yang lebih baik lagi kedepannya," ungkapnya.