Kedatangan Anies Rasyid Baswedan ke gedung Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABMI) Kabupaten Langkat, Kamis (2/11) sore, disambut ribuan massa yang terdiri dari kader partai dan simpatisan calon Presiden yang diusung oleh Partai NasDem, PKS, PKB, serta didukung oleh Partai Ummat.
Pantauan awak media, Anies tiba di gedung MABMI Langkat sekira pukul 17.00 Wib. Kedatangannya didampingi oleh sejumlah pengurus partai pengusung dan pengurus relawan kemenangan.
Setibanya di gedung MABMI Langkat, Anies disambut sejumlah pengawal kerajaan yang berpakaian adat Melayu dan membawa payung kebesaran serta tombak sebagai ciri khas kebesaran etnis Melayu Langkat.
Tidak hanya itu, kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga disambut riang ribuan warga yang saling berdesakan serta ingin berjabat tangan dengan Calon Presiden tersebut untuk menuju rumah adat Melayu.
Sebelum menaiki tangga rumah adat Melayu, Anies terlebih dahulu dipasangkan Tanjak sebagai tanda kehormatan etnis Melayu Langkat.
Dalam orasinya, Anies menyampaikan bahwa Indonesia harus ada perubahan. Dirinya juga mengajak warga Langkat untuk ikut andil dalam perubahan tersebut.
"Saat ini, semuanya mahal, sementara ekonomi sulit betul," ucap Anies yang disambut sorak ribuan massa yang membenarkan hal itu.
Untuk itu, Anies berharap ada perubahan kedepan saat pemilu Presiden 2024 mendatang. "Harus ada perubahan," tegas Anies dihadapan seluruh hadirin.
Maka dari itu, lanjut Anies, sekarang saatnya perubahan. Ia juga mengajak para Bapak dan Ibu Ibu yang ada di Langkat untuk ikut andil dalam perubahan tersebut.
"Maukan kalau ada perubahan. Untuk itu mulai sekarang ajak 40 rumah ke depan, 40 rumah ke belakang, 40 rumah ke kanan dan 40 rumah ke kiri agar bisa sama sama kita buat perubahan di Indonesia," teriak Anies dan kembali disambut oleh massa yang hadir dengan takbir.
Usai menyampaikan orasinya, Anies Baswedan melanjutkan perjalanan roadshow ke Kota Binjai guna melaksanakan Sholat Maghrib di Mesjid Agung Binjai.