Kamis, 21 Mei 2026

Mengenal Syahrul Akbar, Caleg PSI Tapteng yang Ingin Gebrak Perubahan

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Rabu, 03 Jan 2024 16:33
Syahrul Akbar Simatupang, Caleg PSI Tapanuli Tengah, Nomor Urut 2, Dapil I (Kecamatan Sarudik, Tukka dan Pandan).
Istimewa

Syahrul Akbar Simatupang, Caleg PSI Tapanuli Tengah, Nomor Urut 2, Dapil I (Kecamatan Sarudik, Tukka dan Pandan).

Angin berhembus pelan. Namun meski tak kencang, rasanya cukup untuk menepis gerah dan panas karena paparan terik Matahari sore di akhir pekan penghujung Desember 2023.

Apalagi dengan duduk-duduk di pondokan mirip Gajebo yang didirikan di lapangan berumput milik Abrar Nawawi Simatupang yang terletak di ujung Gang Nusa Indah, Jalan Dangol Tobing, Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Lapangan itu tepatnya merupakan kawasan yang akrab dengan sebutan Kandang: tepatnya Kandang Kerbau.

Abrar dan istrinya Asmina Br Silaban, sejak lama menjalankan usaha Kerbau dan pemotongan. Usaha yang kini juga diteruskan anak anak Abrar. Dan karena usaha itu pula, Abrar cukup populer dengan gelar 'Tokke Horbo' atau dalam bahasa Indonesia, Pengusaha Kerbau.

Pondok berisikan meja dan bangku panjang yang didesain menjadi tempat pertemuan bernuansa merah menyala itu dibangun di sisi lahan berdekatan dengan Sungai Sitio-tio yang tepiannya masih terbilang asri dengan rimbun bambu dan pohon-pohon liar, meski air di Sungai tak lagi jernih.
Duduk-duduk merasakan angin sembari memandangi daun-daun menari. Sesekali burung bersiul, disahut daun-daun bambu bergesekan, sementara di permukaan sungai, air mengalir dalam suara rendah: eufoni yang menenangkan.

Syahrul, Sosok Muda yang Ramah

Tak lama duduk sembari menunggu, satu unit sepeda motor metik mendekati Pondok. Dia, Syahrul Akbar Simatupang, anak sulung Abrar yang kini memutuskan maju dalam kontestasi politik sebagai Calon Anggota DPRD Tapanuli Tengah periode 2024-2029 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan nomor urut 2. Syahrul maju di Dapil I, meliputi Kecamatan Pandan, Kecamatan Tukka dan Kecamatan Sarudik.

Syahrul tersenyum ramah. Mengenakan kaos merah dengan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di dada kiri. Ia memarkirkan sepeda motor dan melepas helm, lalu menyapa dan menyalam awak media.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Sudah lama menunggu bang?," ucapnya, Minggu (31/12/2023).

"Maaf menunggu, barusan dari Pasar, biasalah tiap hari membagi waktu motong daging kerbau, ke rumah dulu di Jalan Elang Sibolga, lalu ke sini (Kandang-red) atau ke Sekret bertemu Tim Pemenangan. Kadang-kadang nyari rumput lagi, mau sampai ke Batangtoru bang,'" timpal Syahrul tertawa kecil.

Ia lantas duduk di bangku sebelah, berhadapan langsung dengan awak media. Sesekali menyeka keringat. Memandang berkeliling. Memanggil seorang pekerja di kandang dan meminta membeli air mineral.

iklan peninggi badan
"Padahal cuma jalan (berkendara-red) dari Sibolga kesini, terasa juga capeknya, karena kan khusus di Tapteng, masih saja ada jalan yang rusak," ujarnya.

Fokus di Masalah Insfrastruktur

Usai rehat sejenak, pria kelahiran Kota Sibolga, 17 September 1991 itu mengawali obrolan. Ia menuturkan, keinginan kuatnya maju sebagai calon legislatif didorong beberapa faktor penting yang selama ini ia amati.

Persoalan paling sering tak terselesaikan dengan tuntas, menurut dia yakni masalah infrastruktur terutama di Daerah Pemilihan dimana ia maju. Ia mencontohkan jalan di Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka. Menurutnya, sejak puluhan tahun lalu, jalan ke desa itu tak kunjung sampai.

"Memang sudah ada pembangunan, tapi tidak kunjung sampai. Di sana (Sait Kalangan II) dan Desa Tapian Nauli, masyarakat terus mengeluh soal jalan, dimulai dari Onan (pasar-red) Huraba-lah, kan rusak parah itu jalan, masuk sekolah jam berapa, karena jalan, guru gurunya jadi pada terlambat," ungkap Syahrul.

Tidak itu saja, alumni SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan angkatan ke 13 tahun 2009 ini juga menyebutkan jalan terdekat dengan lokasi Kandang, yakni Jalan Dangol Tobing yang kini dalam kondisi rusak parah.

"Atau lihat jalan Feisal Tanjung, ya memang jalan nasional, tapi sebagai anggota dewan yang mewakili rakyat di Tapanuli Tengah, seharusnya permintaan bisa dilayangkan ke tingkat provinsi atau pusat agar mendapat perhatian. Dengan kewenangan dan kapasitas anggota dewan, harusnya pembangunan jalan jalan itu bisa didorong," urainya.

Selalu Dekat dengan Konstituen

Proses menjadi wakil rakyat, menurut Syahrul merupakan proses penting. Diawali sejak menjadi calon hingga terpilih karena mendapatkan kepercayaan masyarakat.

"Proses penting itu yakni interaksi sosial yang dijalani, waktu jadi calon ada banyak harapan dan mungkin ada banyak janji yang diucapkan, lalu ada banyak interaksi sosial yang terjadi dengan masyarakat," paparnya.

Persoalannya, kata suami dari Deliana Br Hutagalung ini, proses interaksi sosial dan politik itu acap kali terhenti bahkan dilupakan saat sudah defenitif menjadi anggota dewan. Tidak hanya interaksi dengan masyarakat, bahkan dengan konstituennya sendiri.

Ayah dari 4 anak yakni Maulana Syahputra Simatupang (9), Ahmad Risky Al-rasyid Simatupang (6), Auliana Syahfitri Simatupang (5) dan Ayana Syahfira Simatupang berusia beberapa bulan ini mengaku, ia ingin merubah model interaksi itu.

"Aku sudah merasakan, ada teman, yang kawan semeja, udah duduk dia, aku coba hubungi, bukan minta duit, hanya mau silaturahmi, tapi chat saja tak dibalas. Tapi, ya gak bisa juga disalahkan, masing masing kan punya motivasi berbeda untuk menjadi anggota dewan," tukasnya.

"Termasuk bapak saya (Abrar) juga, ada caleg dan ada juga kepala daerah, bapak juga sering jadi tim sukses, memenangkan, sebelum duduk sering dikunjungi, tapi setelah menang dan duduk, beliau dilupakan," imbuh Syahrul.

Bertekad Dirikan Posko Pengaduan

Untuk menjaga inteaksi dengan masyarakat dan konsituennya jika terpilih nanti, Syahrul mengungkap telah menyusun rencana. Ia bertekad, akan mendirikan Posko Pengaduan di Sekretariat Rumah Pemenangan yang ia dirikan di jalan Aek Tolang, Pandan.

"Kalau kita lihat sekarang, anggota DPRD itu belum ada yang bikin posko pengaduan, semoga di ijabah Allah, rencana saya, kantor saya (Sekretariat Tim Pemenangan) yang sekarang di jalan Aek Tolang itu, akan kita jadikan posko pengaduan. Berbagai pengaduan, ya memang mungkin dalam kapasitas saya sebagai anggota dewan, ya aspirasi, keluhan, persoalan masyarakat," katanya.

Menurut dia, akan banyak persoalan yang mungkin tidak tersampaikan langsung ke kantor DPRD. Karena itu, Posko yang akan didirikan, bertugas menjembatani hal tersebut 

"Silahkan datang ke posko itu. Tidak saja masyarakat dapil satu, tapi dari semua Dapil. Karena setelah duduk menjadi anggota dewan, kita itu bukan saja wakil dari konstituen di dapil, tapi juga menjadi wakil bagi semua masyarakat di Tapanuli Tengah," tegasnya.

PSI Pilihan Tepat Anak Muda

Dari banyak Partai Politik, Syahrul bukan tanpa alasan memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bagi dia, PSI merupakan rumah bagi politisi muda.

"Saya tertarik dengan visinya, tak ada money politic, disana (PSI-red) ada semangat juang anak-anak muda yang enerjik, pantang menyerah. Sampai detik ini, saya jadi caleg tak ada yang namanya mahar," ujarnya 

Ketertarikan lain, kata Syahrul, di antaranya dimana PSI menjadi partai politik yang getol mendorong disahkannya RUU Perampasan Aset bagi para koruptor.

"Selama ini para koruptor, walau ditangkap, tetap mewah, jadi saya ikut mendukung perjuangan PSI, dan jika masuk dalam parlemen, PSI akan mendorong itu jadi Undang-undang, bahwa koruptor harus dimiskinkan, caranya, dirampas asetnya," kata Syahrul tegas.

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024

Syahrul menuturkan, Pemilu 2024 akan menjadi penentu arah pembangunan ke depan, tidak saja di skala nasional, tapi juga di daerah, terutama di Tapanuli Tengah.

Karena itu ia mengajak masyarakat agar tidak salah memilih. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, agar sama sama melakukan pengawasan yang ketat terhadap proses Pemilu yang berlangsung.

Tak lupa, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk sama sama menjaga kondusifitas di tengah masyarakat khususnya di Tapanuli Tengah, menjelang hari H pemilu 2024, 14 Februari mendatang. Ia mengajak masyarakat untuk datang ke TPS dan menyalurkan hak suaranya.

"Ayo kita jaga agar pemilu berjalan secara adil, transparan dan tidak tercurangi. Mari awasi, jaga suara kita agar tidak disalahgunakan, dan semoga Pemilu 2024 nanti melahirkan anggota-anggota dewan yang mampu menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya dalam menyuarakan kepentingan dan menjadi tempat mengadu masyarakat," tutup Syahrul. 
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later