Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Labuhanbatu mengelar debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu di Kota Medan, tepatnya di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Jalan Sutomo No. 1 Medan, hari ini Senin (09/11/20) Sekira pukul 13.00 hingga 15.00 Wib.
Debat publik calon Bupati - Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu tersebut disiarkan media televisi iNews Sumut Live Streaming dan Live Facebook KPU Labuhanbatu Sumut, menelan anggaran kurang dari Rp 200. 000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah)
Besaran anggaran pelaksanaan debat publik tersebut didapat setelah awak media ini mengkonfirmasi Ketua KPUD Kabupaten Labuhanbatu Wahyudi melalui selulernya pagi tadi sekira pukul 08.43 Wib.
"Kalau menggunakan siaran nasional anggaran KPU tidak mencukupi kurang dari Rp200 juta," ujarnya.
Saat disinggung mengapa debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu di gelar di Kota Medan, Wahyudi menjelaskan bahwa, (1) Debat hanya boleh dihadiri Paslon dan 4 orang tim kampanye, (2) Untuk menghindari kumpulan pendukung antisipasi covid seperti pengundian No urut massa pendukung tidak terkendali, (3) Inews memiliki perangkat dan pengalaman banyak debat. Dimana debat harus dilakukan secara profesional, jelas Wahyudi tertulis di beranda chat whasApp awak media ini.
Sementara itu wargaNet di media sosial banyak menanggapi terkait digelarnya debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Labuhanbatu di kota Medan, yang mana mereka selaku masyarakat Labuhanbatu tidak dapat menyaksikan secara langsung debat tersebut, kalaupun live melalui media sosial KPU Labuhanbatu tentunya memberatkan masyarakat karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli paket data belum lagi yang dipelosok desa jaringan internetnya masih lemah signalnya, tentunya tidak dapat menyaksikan debat tersebut.
Tanggapan warganet yang dirangkum awak media di media sosial pagi ini antara lain, Cuitan Akun media Najib Gunawan di berandanya menuliskan berjudul "Justru pemilih debat dengan KPU Labuhanbatu" Ujarnya.
"Kinerja KPU Labuhanbatu lagi-lagi buat ulah titik jadwal wajib debat kandidat Pilkada 2020 dipersoalkan pemilih sebab tidak diselenggarakan di daerah pemilihan (Labuhanbatu)."
"Entah apa yang menjadi pilihan KPU Labuhanbatu sehingga debat kandidat diselenggarakan di kota Medan. Ironisnya, debat kandidat live di inews TV stasiun Medan yang jelas-jelas tidak bisa ditonton masyarakat Labuhanbatu, menjadi pilihan kontrak kerjasama KPU Labuhanbatu dengan stasiun televisi swasta itu."
"DKPP harus mengusut masalah ini sehingga menjadi terang benderang. sebab, biaya debat kandidat ini tidaklah sedikit. lalu buat apa KPU Labuhanbatu nekat melakukan hal ceroboh bila masyarakat sebagai pemilih tidak bisa mengetahui visi misi para calon," tulis Najib di akun medsosnya.
Lain lagi cuitan akun medsos Sugianto yang menuliskan di beradanya "Debat Wahyu(di)am Makan Banyak."
"Cakap bukan sembarang cakap, Cakapcakap para calon kelas kakap,garap bukan sembarang garap, Garapan cakap Wahyu(di)am memang kelewat dari kain lap, imbuhnya dalam tulisan.
Sedangkan akun medsos Budi Nasution lain lagi cuitanya diberanda medsosnya Budi menuliskan "Debat kandidat dimedan membuat timses yang gak ikut berdebat di labuhanbatu," Tulis Budi Nasution.
Terkait cuitan-cuitan yang ditulis warganet di akun media sosial perihal gelaran debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Labuhanbatu di kota Medan diharapkan Ketua KPUD Labuhanbatu memberikan klarifikasi untuk menjernihkan situasi agar warga masyarakat tidak menduga-duga sehingga Pilkada Labuhanbatu nantinya dapat terlaksana dengan kondusif aman dan nyaman.