Minggu, 19 Sep 2021 09:15
  • Home
  • Opini
  • WNI Alumni ISIS, Pulang Atau Tidak?

WNI Alumni ISIS, Pulang Atau Tidak?

Medan (utamanews.com)
Oleh: Osriel Limbong, Pengamat Sosial Politik, Direktur Eksekutif Sumut Institute
Minggu, 09 Feb 2020 08:29
BBC.com
Ilustrasi Keluarga pejuang ISIS di Timur Tengah
Setelah pertarungan ideologi Pancasila dengan Khilafah, di era pilpres 2019, yang  berawal dari penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahajaahaya Purnama atau Ahok, aksi dan opini telah bermetamorfosis di tengah-tengah masyarakat, sehingga gerakan komunitas semakin kuat dan kencang, ditambah dengan penyebaran berita hoax yang semakin cerdas dan terpelajar dalam membuat berita dan gambar, yang membuat posisi rakyat semakin goyah terhadap kondisi dasar bangsa dan negara ini, yaitu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perang menuju RI 1 di tahun 2019, telah menyuguhkan dinamisasi politik yang sangat tinggi dan profesional sehingga politik identitas dapat diselesaikan dengan hasil yang demokratis, dan jiwa patriotisme serta Negarawan yang telah ditampilkan oleh Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin dan Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Konflik pertarungan ideologi yang diisukan telah dikelola dengan baik, sehingga konflik horizontal dapat dihindari, namun di saat pemerintah 'Indonesia Maju' sedang memprogram Indonesia maju dari aspek, Sumber Daya Unggul, Peningkatan Ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, dengan mengelola stabilitas keamanan dan politik agar dunia investasi di Indonesia memberikan jaminan yang kuat bagi penilaian investor, dalam beberapa hari ini, kita baru saja disuguhkan informasi, dimana akan direncanakan pemulangan WNI yang alumni ISIS kembali ke Indonesia.

Jika kita meminjam istilah dari peristiwa-peristiwa yang dialami bangsa dan negara Indonesia yaitu, istilah pemberontak, akhirnya kelompok pemberontak jika sadar, maka dikatakan kembali ke pangkuan ibu Pertiwi, namun bagaimana hal tersebut dapat dikatakan ke pangkuan ibu pertiwi?

Ketika kita bicara Ibu Pertiwi maka di benak kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beridelogikan Pancasila, ber-khebhinekaan tunggal Ika, dan memiliki dasar negara yaitu UUD 1945.

Terhadap pemulangan WNI yang secara nyata terlibat dalam kegiatan dan pergerakan serta perlawanan agar tegak dan berdirinya Negara ISIS di dunia ini, apakah sudah dapat dan dipastikan 3 hal pondasi NKRI tersebut bisa menghempang ajaran idelogi yang sesat tersebut, yaitu pemahaman ISIS.

Jadi menurut saya, recovery bangsa ini dalam konflik identitas yang bermuara konflik Ideologi Pancasila dengan Khilafah, belum pulih secara merata di seluruh wilayah Indonesia, artinya stabilkan dahulu dampak konflik ideologinya, baru kita kaji persoalan lainnya.

Dampak ISIS di Timur Tengah secara nyata telah menjatuhkan pasaran minyak timur tengah di pasaran Internasional. Jika Indonesia tidak ingin mendapat dampak yang menganggu ekonomi dalam negeri yang dimulai lagi dari konflik Ideologi, Kita harapkan agar dikaji secara konfrehensif soal dipulangkan atau ditundanya kepulangan WNI alumni ISIS yang selama ini berada di luar negeri. Artinya ditunda sebelum matang pengelolaan pasca konflik Ideologi Pasca Pilpres atau WNI alumni ISIS dididik kembali tentang nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia sebagai kehidupan yang menjungjungi tinggi pluralisme.
Editor: Sam

T#g:isisOsriel Limbong
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Jul 2021 15:30

    Medan Belum Capai Target Vaksinasi, Skema Jemput Bola?

    Kasus penyebaran terpapar covid-19 di Indonesia semakin melonjak naik dan kasus kematian juga, hal ini disebabkan beberapa Indikator yaitu, semakin lemahnya masyarakat menegakkan disiplin Protokol Kes

  • Rabu, 09 Jun 2021 16:29

    Sumut Institut Nilai Bobby Paham Soal Pengelolaan Sampah PD. Pasar Jadi Potensi Pendapatan

    Pengelolaan Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Medan di era kepemimpinan Bobby - Aulia, harus memberikan perubahan yang sangat signifikan, baik secara manajemen, penerimaan retribusi, pelayanan fasilita

  • Rabu, 24 Mar 2021 22:54

    Perhimpunan Pergerakan 98 Sarankan Bupati Samosir Perkuat BUMdes Wisata

    Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Samosir, Vandiko Timotius Gultom - Martua Sitanggang, disarankan menyerahkan pengelolaan tempat wisata desa di Samosir kepada Badan Usaha Milik Desa atau BUM

  • Selasa, 08 Sep 2020 12:58

    Bobby Nasution, Pemimpin muda yang santun

    Pendaftaran calon walikota dan calon wakil walikota Medan periode 2020 - 2025, telah resmi ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Medan (KPU Medan), tepatnya Minggu, (6/9), jam 24.00, dimana ditetapk

  • Sabtu, 23 Mei 2020 03:33

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme Menyasar Anak Muda

    Penyebaran radikalisme masih menjadi ancaman bagi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, target radikalisme pun kini juga menyasar generasi muda

  • Minggu, 16 Feb 2020 03:16

    Mengapresiasi Sikap Tegas Pemerintah Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI

    Pemerintah dengan tegas menolak memulangkan ISIS eks WNI ke Tanah Air. Kepulangan mereka  dikhawatirkan menjadi teroris baru yang membahayakan nyawa 267 juta rakyat Indonesia. Beberapa pekan

  • Selasa, 04 Feb 2020 17:24

    Pemerintah Masih Kaji Rencana Pemulangan Eks ISIS

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan ISIS saat ini berada di beberapa negara di Timur Tengah. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih mengka

  • Senin, 09 Sep 2019 09:09

    Staf Ahli Gubsu, Gunakan Keahliannya

    Masa pemerintahan Gubernur Sumatera Utara sudah lewat 1 tahun, namun gubernur masih aja sibuk dengan menjawab statemen-statemen, atau argumentasi yang lebih banyak berbau politik, sehingga program ker

  • Jumat, 23 Agu 2019 03:23

    WNI Eks ISIS, Pergi Sembunyi- sembunyi Kemudian Minta Kembali

    Beberapa WNI pada awal tahun 2011 pergi ke luar negeri dengan berbagai tujuan,  namun hal itu hanyalah kamuflase belaka, ternyata tujuan mereka adalah untuk menuju Suriah dan tergabung dalam kelo

  • Senin, 12 Agu 2019 03:12

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

    Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah menjadi merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi keh

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak