Rabu, 14 Nov 2018 21:28
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Polri Bersikap Profesional Usut Tuntas Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polri Bersikap Profesional Usut Tuntas Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Erik Agus, Pemerhati Publik.
Selasa, 23 Okt 2018 04:23
Istimewa
Logo Perbakin di mobil warga
Terdapat berita mencengangkan yang terjadi di gedung nasional sebagai gedung ruang kerja DPR/MPR Indonesia yaitu penembakan di lantai 16 ruangan Anggota Fraksi Gerindra DPR Wenny Warouw dan lantai 13 ruangan Anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13. Awal berita ini keluar sangat menghebohkan publik karena pertanyaan bagaimana bisa terjadi penembakan ke gedung yang dilapisi pengamanan ketat, sehingga muncul spekaluasi adanya percobaan pembunuhan atau pelaksanaan teror, namun hal itu langsung dikonfirmasi oleh pihak kepolisian bukanlah terror melainkan peluru nyasar.

Pertanyaan yang saat itu terlontar adalah bagaimana pihak Kepolisian langsung menyimpulkan sebelum peluru yang ditemukan diuji balistik di laboratorium forensik. Jawabannya adalah karena saat itu Kepolisian langsung bergerak cepat melakukan Analisa melalui keadaan sekitar dan kondisi, serta berdasarkan pengalaman dinas yang sudah lama sehingga professional dalam pelaksanaan tugas dengan dasar, saat itu ada beberapa anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) yang tengah berlatih di Lapangan Tembak Senayan yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari Gedung DPR. Dari sudut kemiringan yang ditemukan dan tidak mungkin sniper membidik sasaran dari bawah, apalagi di tempat terbuka seperti Lapangan Tembak Senayan. 

Menurut dia, sniper biasanya membidik sasarannya dari sudut sejajar atau dari tempat yang lebih tinggi dari target sehingga pernyataan negatif mengenai adanya sniper atau perencanan untuk melenyapkan sebuah target.

Namun, masih saja hal tersebut dinilai negatif karena dianggap terlalu cepat menyimpulkan dan menurut saya, hal tersebut merupakan tindakan professional Polri dalam menangani suatu kasus terutama kasus tersebut berpotensi akan semakin besar dan menimbulkan terror. Terror jika terjadi akan sangat berdampak buruk pada stabilitas negara sehingga kesimpulan cepat dan tepat diperlukan saat itu untuk mengurangi rasa khawatir masyrakat terutama penghuni gedung nusantara.

Kemudian, takut permasalahan membesar karena mengingat tahun ini tahun politik hal ini dapat dimanfaatkan atau diarahkan untuk pemanfaatan politik, sehingga menyebabkan pemilu 2019 akan tidak kondusif, damai dan aman. Polri menunjukan tindakannya sebagai lembaga yang menjaga kondusifitas pemilu 2019 dengan professional dan tidak mengada-ngada. Kepolisian juga langsung menetapkan IAW dan RMY yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sebagai tersangka yang merupakan anggota dari Perbakin belum lama atau anggota baru. 

Tidak hanya sampai disitu, kepolisian juga memberikan saran untuk lapangan tembak kedepannya tidak perlu sampai dipindahkan namun diberikan penutup sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini kedepannya.

Hal tersebut terbukti bahwa setelah kasus ini komisi III DPR RI langsung menganggap ini adalah kejadian terror dan mencoba mengaitkan dengan UU Terorisme, bukankah tindakan ini tidak meredam kejahatan melainkan membesarkan bukan mencari solusi tetapi malah menyalahkan pihak pihak tertentu. Tidak hanya itu, bahkan ada yang merasa kecewa terhadap keputusan Kepolisian dalam kasus ini dianggap terlalu terburu-buru dan tidak sesuai dengan yang ada di lapangan, merasa kuat bahwa itu adalah serangan dari sniper, tapi apakah mungkin seorang penembak jitu menggunakan sniper menyerang dari bawah, tempat terbuka dan tidak terkena sasaran sama sekali?

Mengapa hal ini dapat menganggu jalannya Pemilu 2019, tentu karena fraksi berbagai partai berada di gedung tersebut sehingga dikhawatirkan akan adanya perpecahan dan saling curiga antara fraksi bahwa adanya percobaan pembunuhan dan terror sehingga dapat juga menjadi senjata kericuhan pada Pemilu 2019 nanti yang tidak hanya Presiden melainkan calon legislatif juga. 

Seperti yang kita ketahui juga bahwa saat ini isu sekecil apapun dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik, semakin membenarkan apa yang dikatakan dalam masyarakat bahwa politik itu kejam.

Oleh karena itu, kinerja kepolisian dalam penangan kasus penembakan di gedung DPR jangan dianggap sebelah mata melainkan suatu pencapaian yang perlu di apresiasi. Profesionalitas Polri terjaga disana dan Polri mampu menilai situasi dengan cepat, tanggap dan tepat untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekacauan situasi nasional. 

Editor: Sam

T#g:DPR RIpeluruPerbaikan
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Sabtu, 03 Nov 2018 20:43

    Dofu Gaho Ajak Masyarakat Nias Pilih Calon Anggota DPR RI yang Teruji dan Anti KKN

    Pembina DPP Laskar Pemuda Nias (LPN), Dofuzogamon Gaho mengapresiasi terkait rencana pelaksanaan Diskusi Publik dengan topik, "Siapakah Caleg Ono Niha yang berpeluang menuju DPR RI Periode 2019-2024."

  • Sabtu, 22 Sep 2018 15:02

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Sosialisasi POM di Trans Pir, Palas

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dr Saleh Partaonan Daulay MAg MHum MA, kembali turun ke Padang Lawas. Kali ini tempat yang dikunjungi Desa Ujung Batu 4 (Empat) dan Trans Pir unit 3 Kecamatan Hutaraja Ti

  • Rabu, 25 Jul 2018 10:25

    Ketua DPR RI Sulut Api Obor Asian Games di GWK Bali

    Bambang Soesatyo selaku Ketua DPR RI merasa bangga saat menyulutkan api obor Asian Games 2018 ke cauldron yang berada di komplek taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Selasa sore (24/07/18).&

  • Rabu, 20 Jun 2018 16:20

    Dengan Kesadaran Sendiri, Warga Menyerahkan Munisi Aktif ke Pos Pamtas Satgas Yonif 121/MK

    Hubungan yang telah terbina dengan baik selama ini antara Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara dari Batalyon Infanteri 121/Macan Kumbang dengan warga di sekitar perba

  • Selasa, 15 Agu 2017 09:45

    Wow, Rp5,7 Triliun untuk bangun Apartemen Anggota DPR RI

    Anton Sihombing, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR, mengatakan anggaran pembangunan gedung baru DPR diperoleh secara bertahap misalnya di 2018 sebesar Rp500 miliar dari total anggaran DPR di tahun tersebut Rp5,7 triliun.

  • Jumat, 21 Jul 2017 09:11

    Dini hari tadi, Paripurna DPR sahkan RUU Pemilu menjadi UU

    Dini hari tadi, Jumat (21/7), Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu menjadi Undang-Undang secara aklamasi, meskipun dalam prosesnya diwarnai aksi "walk out"

  • Kamis, 20 Apr 2017 20:48

    Komisi III DPR RI Kunjungi Mapolda Sumut

    Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menerima kunjungan Komisi III DPR RI ke Polda Sumut yang dipimpin oleh H. Desmond Junaidi Mahesa, SH,MH (F-P Gerindra), Kamis (20/4).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak