Kamis, 05 Des 2019 22:45
  • Home
  • Opini
  • Perbedaan Sebagai Kunci Toleransi Indonesia

Perbedaan Sebagai Kunci Toleransi Indonesia

Medan (utamanews.com)
Oleh: Grace Septiana, Mahasiswa FISIP Universitas Dharma Agung
Kamis, 17 Jan 2019 08:57
Belakangan, spanduk penolakan gereja di Jagakarsa, Jakarta Selatan viral beredar di media sosial. Dalam spanduk tersebut, tertulis bahwa warga Jagakarsa menolak gereja mengingat mayoitas penduduk di daerah tersebut beragama Islam.

Mendengar kabar tersebut, lantas seorang teman bertanya mengapa mayoritas masyarakat sangat intoleran terhadap kita yang beragama Kristen. Saya melihatnya dan hanya tersenyum mendengar persepsinya yang terpengaruh atas spanduk tersebut.

Tak lama, saya kembali membuka ingatan tentang kisah heroik pemuda muslim yang sangat berjasa dalam melindungi masyarakat beragama Kristen. Kisah ini berulang-ulang diceritakan Ibu saya sebagai bentuk penghargaan tertinggi kepada pemuda tersebut. Namanya Riyanto, seorang pemuda di Mojokerto yang tergabung dalam anggota Banser NU. Tepat 18 tahun lalu, ia bersama anggota Banser lainnya berpartisipasi dalam mengamankan kegiatan Natal di gereja Eben Haezar Mojokerto. Awalnya, tidak ada yang berbeda dari Natal tersebut sampai ia menemukan bungkusan hitam yang ternyata berisi bom.

Setelah mengetahui, Riyanto langsung membawa bom tersebut keluar gereja dan melemparnya. Sayangnya, bom tersebut justru terpental dan kembali mendekati lingkungan gereja. Melihat hal tersebut, ia kembali mengambil bom tersebut dan mendekapnya. Hingga bom tersebut meledak dan menyebabkan ia meninggal. Kisah yang rutin diceritakan Ibu saya tersebut memperlihatkan betapa besarnya pengorbanan seorang pemuda Muslim terhadap kegiatan agama yang tidak dianutnya. Ia justru menyelamatkan saudara-saudara yang berbeda iman dengannya.

Nyatanya, Riyanto menunjukkan dirinya kepada bangsa Indonesia sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan, toleransi dan kasih sayang. Sembari menceritakan hal tersebut kepada teman yang bertanya, saya menyisipkan pesan, Indonesia masih dipenuhi dengan sejuta keindahan dari keberagaman dan perbedaan. Masih banyak Riyanto lain yang berbagi kasih sayang kepada saudara yang berbeda iman. Oleh karenanya, kejadian di Jagakarsa tidak dapat disebut sebagai perilaku umat Muslim melainkan hanya segelintir orang yang masih belum dapat menerima perbedaan secara utuh.

Contoh lain indahnya perbedaan di Indonesia juga dapat dilihat dalam praktik keagamaan di Bali. Ketika saya menjalani kegiatan ibadah Paskah di GKI Denpasar, para pecalang justru ikut ambil bagian untuk mengamankan kegiatan tersebut. Begitu juga yang terjadi saat umat Islam sedang melaksanakan sholat Jum'at. Mereka aktif menjaga kegiatan ibadah di luar keyakinan mereka tanpa ada perasaan benci ataupun intoleran sedikitpun. Tentu gambaran-gambaran ini sangat indah dipertahankan dan dipupuk untuk menjaga persatuan bangsa.

Oleh karenanya, penting bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi nilai toleransi di Bali. Masyarakat dengan agama apapun akan tinggal dengan nyaman dan tenteram dalam harmonisnya kerukunan beragama.

Sikap yang ditunjukkan oleh Riyanto dan para pecalang di Bali seyogyanya memberikan makna kepada bangsa Indonesia untuk merekat perbedaan dengan rasa, bukan dengan paksa. Saat perbedaan dan keberagaman direkat dengan rasa, niscaya Indonesia akan tampil sebagai negara paling toleran di dunia.
Editor: Budi

T#g:Bansertoleransi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 01 Des 2019 09:21

    Pidato Menteri Agama Menggugah Kebangsaan Kita

    Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA-KMHDI) mengapresiasi pidato kebangsaan Menteri Agama Fachrul Razi, pada seminar kebangsaan dalam rangka perayaan HUT Ke-18 FA-KMHDI di Jakart

  • Selasa, 12 Nov 2019 16:22

    Dandim Ajak Pelajar MAN 1 Jember Belajar Menghormati Perbedaan

    Usai menjadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember, pada Senin (11/11/2019) Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf la Ode M Nurdin memberikan Wawasan Kebangsaan (Wasb

  • Kamis, 08 Agu 2019 07:48

    Panitia DTD GP Ansor dan Diklatsar Banser Gelar Silahturahmi Bersama DPD KNPI Pematangsiantar

    Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pematangsiantar bersama Panitia Diklat Terpadu Dasar (DTD) dan Diklatsar Banser adakan silahturahmi dengan DPD KNPI kota Pematangsiantar pada Rabu (7/8/2019), di Publik K

  • Selasa, 06 Agu 2019 15:56

    Penguatan Pemahaman Bhineka Tunggal Ika Kepada Generasi Muda Kota Medan

    Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwasannya Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan berfikir multikultur dan dapat saling menghargai segala perbedaan, Pemko Medan melalui Ba

  • Selasa, 16 Jul 2019 08:46

    Rapat Sinkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Toleransi Sosial

    Bertempat di Kantor Badan Koordinator Wilayah V (Bakorwil V) Jember, Jl Kalimantan N0. 42 Jember, dilaksanakan Rapat Sinkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Toleransi Sosial Se- Wilayah Kerja Bako

  • Selasa, 11 Jun 2019 03:11

    Bersatulah Kembali Indonesiaku

    Pemilu yang melelahkan dengan tensi politik tinggi telah selesai. KPU sudah menyelesaikan rekapitulasi nasional Pileg dan Pilpres, dan telah diumumkan pada 21 Mei 2019 yang lalu. Penetapan presiden da

  • Sabtu, 20 Apr 2019 14:10

    Kawal Hasil Pemilu 2019 Tanpa Provokasi, Demi Persatuan & Keberlanjutan Kepemimpian Nasional Serta Pembangunan Indonesia

    Negeri ini dibangun oleh para founding fathers dengan dan dalam semangat kebersamaan dan gotong royong.

  • Rabu, 17 Apr 2019 03:17

    Hindari Golput, Mari Wujudkan Pemilu yang Aman dan Damai

    Masyarakat Indonesia semestinya patut berbangga dan bergembira, sebab dalam beberapa sektor, perjalanan demokrasi di negara ini semakin baik. Sistem pemilihan secara langsung lambat laun juga mengalam

  • Sabtu, 23 Mar 2019 03:23

    Mari Kembali Memupuk Semangat Toleransi di Indonesia

    Perbedaan merupakan sesuatu yang wajar, dengan berbagai banyak pulau, Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, bahasa dan dialeg. Tarian tradisionalpun bermacam-macam, namun semua itu barsatu d

  • Rabu, 27 Feb 2019 17:47

    Kapoldasu Kecam Upaya Pembubaran Tausiyah Gus Muwafiq pada Harlah NU di Tebing Tinggi

    Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Agus Adrianto mengecam dan sangat menyesalkan keributan yang dilakukan sekelompok pemuda yang diduga anggota FPI, saat berlangsungnya Hari lahir Nadhlatul Ulama ke-93

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak