Jumat, 10 Jul 2020 22:12
  • Home
  • Opini
  • New Normal untuk Perbaikan Ekonomi

New Normal untuk Perbaikan Ekonomi

Bogor (utamanews.com)
Oleh: Raavi Ramadhan )*
Minggu, 31 Mei 2020 00:31
Ilustrasi
Saat masa pandemi Covid-19, maka yang paling terpukul adalah bidang ekonomi, karena kebijakan untuk berdiam diri di rumah membuat produksi dan distribusi produk terganggu. Sekarang ada perencanaan fase the new normal dan pelan-pelan semua orang boleh beraktivitas di luar walau dengan peraturan kesehatan yang ketat. Kita memang harus memasuki era ini, karena mau tak mau pasar harus dibuka dan roda ekonomi digulirkan kembali.

Era new normal yang dicanangkan oleh pemerintah membuat banyak orang lega karena bisa beraktivitas di luar rumah. Para pegawai bisa bekerja lagi di kantor walau tidak selama biasanya, karena bergantian dengan rekan. Sekolah dan tempat umum lain juga dibuka lagi, terutama pasar yang jadi jujukan orang untuk berbelanja. Transaksi yang sebelumnya sepi diharapkan bisa ramai kembali.

Mengapa harus ada fase the new normal? Karena kita tidak hanya bisa berdiam diri di rumah hingga vaksin corona ditemukan. Pandemi ini diprediksi bisa berlangsung selama 2 tahun. Jadi mau tak mau manusia harus beradaptasi dengan keadaan dan beraktivitas walau harus memakai masker dan membawa hand sanitizer.


Salah satu bidikan ketika era new normal dijalankan adalah bidang ekonomi. Ketika manusia sudah boleh keluar rumah, maka para pedagang kecil lega karena bisa berjualan lagi. Konsumen lama akan kembali dan mereka bisa tersenyum karena jualannya tak lagi sepi. Pasar yang dibuka kembali juga membuat penjual ikan, sayuran, dan lain-lain lega karena bisa memperoleh pendapatan seperti biasanya, sebelum pandemi melanda.

Hal ini sesuai dengan penilaian dari M Nafan Aji Gusta Utama, seorang analis ekonomi. Menurutnya, era new normal akan memperbaiki kinerja perekonomian. Dari yang sebelumnya lesu jadi bergairah kembali. Diharapkan semua orang, terutama para pedagang, bisa bernapas lega karena ketika ekonomi naik maka daya beli akan kembali tinggi.

Bagaimanapun, kita tidak bisa hanya pasrah dan menyerah terhadap corona. Orang boleh berada di rumah saja dan bisa work from home. Namun bagaimana dengan nelayan atau petani? Para pedagang kaki lima juga hanya bisa gigit jari ketika akan bekerja tapi malah dihalau oleh petugas. Ketika keadaan aman, mereka menggelar dagangan tapi pembelinya menurun drastis. Jika terus seperti ini, maka ekonomi bisa ambruk. Tak heran bahwa rencana untuk membuka mall dan pasar adalah strategi yang logis, dan masih tetap aman karena sesuai dengan protokol kesehatan.


Ketika pasar dan tempat belanja lain boleh dibuka, maka akan memberikan efek domino yang positif. Di tempat parkir akan berjejer sepeda motor dan mobil lagi, sebelum era corona. Tukang parkir akan bisa bekerja kembali. Sopir yang membawa barang dari pabrik ke distributor dan disalurkan ke Mall, akan bahagia karena dipanggil lagi oleh sang atasan untuk bertugas. Para SPG dan kasir akan senang karena tak lagi dirumahkan dan bisa membawa gaji lagi untuk keluarga yang menunggu di rumah.

Gairah ekonomi akibat adanya fase the new normal akan juga merambah ke pasar saham. Ketika sebelumnya nilai saham banyak yang anjlok, maka nanti prediksinya akan naik lagi dengan perlahan. Para broker akan bahagia karena pasar saham hidup kembali. Mereka bisa bekerja tanpa takut akan terbayang-bayang oleh kerugian.

Kondisi ekonomi di Indonesia diperkirakan bisa normal lagi ketika ada fase the new normal. Ketika pasar dan pusat perbelanjaan dibuka, maka kita tidak usah panik karena takut akan tertular virus Covid-19. Jika kita pakai masker dan selalu menjaga kesehatan, maka tidak akan mudah kena penyakit corona. Pasar justru wajib dibuka lagi agar para pedagang bisa berjualan dengan normal dan roda ekonomi berputar kembali.

)* Penulis adalah mahasiswa Universitas Pakuan Bogor
Editor: Iman

T#g:Hand sanitizerPHK
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2020 07:11

    Akhyar Tinjau Protokol Kesehatan di Bank Mandiri

    Guna mempersiapkan Kota Medan menuju new normal Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau kantor PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Region I/ Sumatera 1 Jalan Pulau Pinang No

  • Selasa, 05 Mei 2020 23:25

    KC FSPMI Tabagsel Buka Posko Pengaduan PHK Sepihak dan THR

    Bertujuan mengantisipasi adanya tindakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dan tindakan ingkar membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja tetap dan pekerja Buruh Harian Lepas (BHL), yan

  • Kamis, 30 Apr 2020 23:30

    Ini Arahan Presiden Atasi Dampak Covid-19 pada Sektor Ketenagakerjaan

    Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pandemi Virus Korona (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang sangat luas, utamanya di sektor ketenagakerjaan.

  • Rabu, 15 Apr 2020 20:25

    Gubernur dan DPRD Sumut Bahas Perkembangan Penanganan Covid-19

    Gubsu Edy Rahmayadi mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD Sumut di Pendopo Rumah Dinas, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Rabu (15/4). Pertemuan tersebut membahas tiga hal yaitu fisik, non fisik dan menjaga jalannya perusahaan.

  • Selasa, 14 Apr 2020 15:14

    KADIN Sumut: Proteksi Sektor Pangan Diperlukan Hadapi Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda berbagai negara menyebabkan kepanikan dan terpuruknya sektor perekonomian. Di tengah kondisi ini, proteksi terhadap sektor pangan harus menjadi prioritas.

  • Minggu, 12 Apr 2020 11:42

    43 ribu karyawan Disneyland, dirumahkan

    Mulai 19 April nanti, sekitar 43 ribu karyawan Walt Disney World akan dirumahkan karena perusahaan terganggu pandemik virus corona baru (COVID-19).

  • Selasa, 24 Mar 2020 18:24

    Gunakan dana tanggap darurat Rp18 miliar beli masker, Ketua DPRD Sumut: Jangan simpan-simpan di Bank

    Menyikapi langkanya masker dan hand sanitizer, Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting minta Gubernur untuk memakai dana tanggap darurat Rp18 miliar membeli kedua barang tersebut dan membagi-bagikannya ke masyarakat.

  • Selasa, 24 Mar 2020 00:04

    Dandim 0824/Jember Apresiasi Upaya Mahasiswa MIPA IAIN Jember Buat Hand Sanitizer

    Di tengah sulitnya mencari hand sanitizer sekarang ini, mahasiswa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, melakukan upaya kreatif dengan membuatnya, untu

  • Minggu, 22 Mar 2020 17:22

    Aksi pencegahan penyebaran virus corona oleh GMKI Pematangsiantar-Simalungun

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar- Simalungun melakukan aksi pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid-19), Sabtu, (21/03/2020).

  • Sabtu, 21 Mar 2020 21:51

    Cegah penyebaran Corona, GMKI Medan lanjutkan demonstrasi penggunaan hand sanitizer

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Medan, sejak Rabu 18 Maret 2020 memproduksi hand sanitizer dan menggelar aksi demonstrasi serta membagikannya kepada masyarakat.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak