Senin, 14 Jun 2021 01:07
  • Home
  • Opini
  • Mewaspadai Aksi Teror KKB untuk Gagalkan Otsus

Mewaspadai Aksi Teror KKB untuk Gagalkan Otsus

Gorontalo (utamanews.com)
Oleh: Moses Waker )*
Rabu, 13 Jan 2021 02:13
Internet
Lagi-lagi KKB meneror masyarakat Papua, dengan menembaki helikopter dan membakar pesawat. Kekejaman kelompok separatis membuat masyarakat makin geram. Mereka selalu membuat kekacauan dan ingin menggagalkan program pemerintah, termasuk otonomi khusus.

KKB adalah kelompok bersenjata yang berafiliasi pada OPM. Mereka ingin agar Papua lepas dari Indonesia, dan mendirikan Republik Federal Papua Barat. Untuk mendapatkan keinginannya, maka mereka melakukan apa saja, termasuk kekerasan, tindakan kriminal, sampai penembakan.

Tanggal 6 Januari 2021, Papua kembali menjadi headline, karena ada penembakan helikopter milik sebuah perusahaan tambang terkemuka. Peristiwa ini terjadi di area Benangin, dekat Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Helikopter itu diberondong peluru oleh anggota KKB sekitar pukul 10 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Esoknya, KKB kembali berulah dengan membakar pesawat MAF PK-MAX, di Kampung Pagamba Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kepala Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyatakan bahwa peristiwa ini terjadi jam 9:30 WIT. Setelah pesawat mendarat, anggota KKB menembak ke atas, lalu pilot diminta untuk keluar sambil merunduk. Barulah mereka membakar burung besi itu dengan kejamnya.


Kedua peristiwa keji ini, meski tak memakan korban jiwa, sangat mengusik masyarakat. Karena KKB sudah melakukan kekejaman selama bertahun-tahun. Kemudian, pembakaran terjadi setelah keputusan otonomi khusus dilanjutkan oleh pemerintah. Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa KKB tidak menyetujui perpanjangan otsus.

Memang Presiden Jokowi telah mengirim Surpres (Surat Presiden) ke DPR tentang pembahasan revisi RUU nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus. Kemudian DPR membahasnya dalam rapat paripurna penutupan masa sidang II 2020, tanggal 11 Desember 2020. Lantas rapat diteruskan tanggal 10 Januari 2021.

Jika beberapa hari sebelum rapat lanjutan DPR tentang evaluasi otsus ada penembakan dan pembakaran oleh KKB, maka mereka sudah fix tidak menyetujui program tersebut. KKB dan OPM sudah benci kepada pemerintah selama berpuluh tahun, bahkan menganggap Indonesia sedang menjajah Papua. Padahal masyarakat Papua cinta NKRI dan tidak setuju akan tindakan KKB.

Aneh sekali jika KKB menganggap bahwa otsus merugikan, karena faktanya program ini memakmurkan masyarakat di Bumi Cendrawasih. Buktinya ada banyak infrastruktur yang dibangun, seperti jembatan Youtefa, Bandara Internasional Sentani, dan Jalan Trans Papua. Sehingga mobilitas makin mudah dan menekan biaya transportasi, serta menurunkan harga barang-barang.


Selain itu, program otsus juga memberi beasiswa kepada putra Papua untuk terus belajar hingga perguruan tinggi. Sehingga tidak hanya infrastruktur yang dibangun, tapi juga sumber daya manusianya. Anak-anak Papua akan makin cerdas dan diberi kesempatan untuk membangun daerahnya sendiri. Bahkan gubernur dan wali kota harus asli warga Papua.

KKB menolak otsus karena benci akan segala program pemerintah. Mereka tak berpikir bahwa jika anak-anak atau keponakannya mendapat beasiswa otsus, akan makin cerdas dan tak terperosok dalam kemiskinan. Ketika ada beasiswa, maka tidak ada remaja putus sekolah yang bisa digeret jadi kader muda otsus.

Selain itu, jika ada infrastruktur lagi yang dibangun, mereka takut akan merambah kawasan persembunyian mereka. Sehingga menyulitkan langkah untuk gerilya dan akan mudah tertangkap oleh aparat yang sedang patroli. KKB dan OPM akan mudah diberantas dan tidak ada lagi cerita tentang separatisme di Papua.

Pembakaran pesawat dan penembakan helikopter oleh KKB membuktikan teori bahwa mereka membenci program otonomi khusus. Karena peristiwa ini terjadi sebelum sidang lanjutan DPR untuk membahas evaluasi dan perpanjangan otsus. Pemerintah tak gentar atas ancaman mereka, karena otsus sangat baik untuk kemajuan masyarakat Papua.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo
Editor: Iman

T#g: pesawatDPR RIOtsus
Berita Terkait
  • Sabtu, 05 Jun 2021 16:05

    Kapolda Sumut Sambut Kunjungan Komisi III DPR RI

    Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra S MSi menyambut rombongan Komisi III DPR RI yang baru tiba di Provinsi Sumatera Utara tepatnya di KNIA Deli Serdang, Jumat (04/06/2021).

  • Rabu, 02 Jun 2021 15:22

    Panglima TNI, Menhan dan Kepala Staf Angkatan Laksanakan Rapat Kerja Dengan Komisi I DPR RI

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menhan RI Prabowo Subianto, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono., S.E. M.M., Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasety

  • Selasa, 18 Mei 2021 16:38

    Viral Polisi Sabar Hadapi Cacian Warga di Pos Penyekatan, Komisi III: Sesuai Program Presisi

    Media sosial (medsos) viral atau banyak memperbincangkan dari sikap aparat kepolisian yang bertindak penuh dengan kesabaran dan mengedepankan pendekatan humanis saat menghadapi masyarakat yang melonta

  • Jumat, 23 Apr 2021 12:53

    Danrem 174 Merauke Terima Kunjungan Anggota DPR RI Komisi I Bidang Pertahanan

    Komandan Korem (Danrem) 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menerima kunjungan kerja Bapak Yan Permenas Mandenas, S.Sos,. M.Si anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan.

  • Jumat, 23 Apr 2021 07:33

    Kronologi, KPK Ungkap Wakil Ketua DPR RI Minta Penyidik Urus Perkara Wali Kota Tanjungbalai

    Sosok Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, ia disebut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai orang yang meminta kepada penyidik KPK unsur Polri Stepanus Ro

  • Rabu, 21 Apr 2021 21:21

    Reses Anggota DPR RI, Pemkab Serdang Bedagai Usulkan 16 Pembangunan, 6 Menjadi Prioritas

    Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V, Bob Andika Mamana Sitepu, SH, serta Dede Indra Permana, SH, dari Komisi I di Aula Sultan Serdang Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (21/04/2021)

  • Senin, 12 Apr 2021 22:32

    Wagub Musa Rajekshah Sampaikan Fokus Pembangunan Sumut Di Reses Komisi XI DPR RI

    Pada tahun 2020 - 2021 berbagai kebijakan telah ditempuh oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Sumatera Utara (Sumut) dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Langkah yang diambil secara terencana dan

  • Kamis, 25 Mar 2021 17:25

    Tokoh Masyarakat Sarmi: Otsus dan Pemekaran Wilayah di Papua, Solusi Kesejahteraan

    Otonomi khusus dan pemekaran wilayah di Papua merupakan solusi tepat pemerintah pusat dalam membangun Papua mulai dari pedalaman hingga ke kota. Demikian disampaikan tokoh masyarakat di Kabupaten Sarm

  • Jumat, 12 Mar 2021 14:02

    Mahasiswa Yapen Dukung Otonomi Khusus

    Ketua Mahasiswi Asrama Kabupaten Kepulauan Yapen, Kota Jayapura, Karolin Busyara berharap kedepannya Otonomi Khusus (Otsus) Papua dikelola dengan baik sehingga dampaknya lebih menyentuh dan dirasakan

  • Selasa, 09 Mar 2021 20:29

    Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Dukung Otsus dan Pemekaran Wilayah Untuk Kemajuan

    Tokoh adat Papua dan Putra dari tokoh perjuangan Rakyat Papua, Yanto Eluay mengajak semua pihak khususnya masyarakat Papua untuk menyatukan persepsi dalam mendukung keberlangsungan Otonomi Khusus (Ots

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak