Dimana dalam tayangan video yang diperoleh utamanews dari media sosial Grub Maslab yang dibagikan akun medsos inisial JC terlhat Ketua cabang olahraga (Cabor) Basket mengecam KONI Labuhanbatu karena tidak memberikan solusi, sehingga atlet basket gagal mengikuti Kejurda di Medan.
Rasa kekecewaan Ketua Cabor Perbasi Labuhanbatu jelas dan tegas disampaikannya dalam tayangan video yang diikuti sejumlah atlet yang turut serta mengungkapkan rasa kecewa melalui tayang video berdurasi 1 menit 56 detik.
"Saya ketua Perbasi Labuhanbatu Yanto Suprano alias Awie, saya mengecam kepada Ketua Koni Labuhanbatu yang tidak mempunyai solusi untuk keberangkatan basket kami ke Kejurda dan tidak ada solusi," Ucap Ketua Perbasi.
Terkait viralnya video tersebut di media sosial Ketua Koni Labuhanbatu Ahmad Sofyan Ritonga, SE angkat bicara dan memberikan klarifikasi kepada utamanews di kantor KONI Labuhanbatu, Rabu (14/9/2022) Sekira pukul 15.00 Wib.
Adapun klarifikasinya sebagai berikut, "Saya Ketua Koni Labuhanbatu menyampaikan klarifikasi atas video yang beredar di medsos hari ini tentang batalnya keberangkatan Persatuan Olahraga Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dalam acara Kejurda."
Bahwa kita disini KONI adalah organisasi, yang segala sesuatu kegiatan harus direncanakan setahun sebelumnya. Nah disini Perbasi baru beberapa minggu terakhir melaporkan kegiatan tersebut, lalu di KONI Labuhanbatu memang tidak belum ada penyediaan dana untuk hal itu. Kenapa? karena di KONI sendiri pun lagi mempersiapkan pekan olahraga nasional Sumatera Utara yang akan diselenggarakan di Medan pada bulan November mendatang.
Jadi, KONI memang tidak berkewajiban, bahwa KONI itu adalah mengurus olahraga yang berprestasi, saya tegaskan kembali KONI mengurus olahraga yang berprestasi dan merupakan tanggung jawab KONI kedepan, Jelas Ketua Koni
Lanjutnya, jauh-jauh hari sudah saya beritahukan kepada pengurus-pengurus cabor yang ada di kabupaten Labuhanbatu bahwa kalaulah pengurus cabor hanya bertopang tangan saja atau menunggu dana hibah kabupaten Labuhanbatu ini untuk membiayai segala kegiatannya itu mustahil.
Kenapa? karena di kabupaten Labuhanbatu ini ada 34 cabang olahraga yang mesti saya urus, jadi disini pengurus cabor harus betul-betul memikirkan cabornya, jangan berharap dengan dana hibah dari pemerintah daerah ini saja.
Jadi harapan kami pengurus cabor harus mampu berkomunikasi dengan donatur-donatur yang ada dilabuhanbatu, perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten Labuhanbatu atau pihak-pihak swasta yang ingin membangun olagraga yang ada di Labuhanbatu.
Mereka harus mampu itu menjalin kerjasama, jadi jangan berharap dari KONI atau pemerintah daerah setempat, karena kita tahu sendiri pada saat ini pemerintah daerah lagi kesulitan karena menghadapi selama dua tiga tahun ini kemarin masalah covid-19, jadi kesana diposkan dananya, kita faham betul bagaimana keuangan kabupaten Labuhanbatu ini, Tegas Ketua Koni.
Saya tegaskan sekali lagi, bukan Perbasi saja yang batal berangkat di dalam Kejurda ini, ada beberapa cabor lagi, bagaimana kita buat lagi memang tidak mampu, belum mampu pada saat ini, bukan Perbasi saja, ada beberapa cabor lagi yang batal, karena memang ketidak adaan dana dan itu bukan barang haram, jelas Ketua Koni.
Harapan kami juga biar masyarakat tahu, biar masyarakat tidak mendengar dari sebelah pihak dan masyarakat bisa mampu melihat bagaimana kondisi kabupaten Labuhanbatu kita ini keuangannya.
KONI Kabupaten Labuhanbatu pada Tahun Anggaran 2022 hanya mendapat dana hibah dari pemerintah daerah kabupaten Labuhanbatu sebesar Rp1 Milyar (Satu Milyar Rupiah), Pungkas Ketua Koni menutup komunikasinya.