Baru-baru ini diselenggarakan kejuaraan Wushu Sanda (tarung) Piala Gubernur Sumatera Utara dan Kejuaraan Terbuka Wushu Sanda Senior Tahun 2025. Kejuaran bergengsi ini digelar, pada Rabu 21 Mei hingga 25 Mei 25 di GOR Verteran Medan.
Pertandingan juara ini melibatkan 40 sasana dari Pemkab/Pemkot se-Sumatera Utara dari kategori pra-junior (14 tahun), junior (17 tahun ke bawah) serta senior (18 tahun ke atas).
Agil Zevila Juara 1 dan Medali Emas
Agil Zevila berasal dari Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara berhasil meraih juara 1 dan medali emas dari atlet Wushu kelas 56 senior putri.
"Terima kasih Do'a-nya Wak, Alhamdulillah Agil berhasil bawak medali emas. Yang ini adalah kejuaraan antar pelajar se-Sumut dan kejuaraan senior atlet Wushu kelas 56 senior putri terbuka tahun 2025," ujarnya gembira mengabarkan ke Wawaknya yang juga sebagai Jurnalis Utamanews.com, Sabtu (24/05/2025) lewat WhatsAppnya.
Terkait hal tersebut, "Ketua Umum Pengcab Wushu Kabupaten Batu Bara, Freddy Simanjuntak menanggapi, ya puji Tuhan lah anak asuh kita menang Bang. Meskipun Agil yang berasal dari Batu Bara, tapi keberhasilan dia ini juga memberikan kontribusi besar bagi Sumut dalam peroleh medali emas".
Ini artinya menunjukkan, bahwa Sumut memiliki atlet-atlet Wushu yang berprestasi, ujarnya dalam keterangan persnya kepada Utamanews.com.
Ketum Wushu Batu Bara Kecewa, Kerena KONI, Disbudparpora Tak Peduli
Sebagai Ketum Wushu Batu Bara, saya sangat kecewa kepada Disbudparpora serta KONI Batu Bara. Padahal saya adalah termasuk pengurus pada bidang Mobile (bagian pengerahan) KONI Kabupaten Batu Bara.
Di mana partisipasi mereka, padahal satu Minggu sebelum berangkat sudah berkoordinasi. Baik ke KONI sendiri, maupun mengirimkan proposal ke Verry Agustian yang juga sebagai Kabid Pemuda Disbudparpora.
Dinilai, "masing-masing buang badan, dengan alasan tidak ada anggaran. Nah, disinilah saya sangat kecewa kepada KONI Batu Bara dan Disbudparpora Batu Bara," gumam Freddy.
Malangnya lagi, "seolah-olah saya di bola-bolai. Sekjen KONI Ridho bilang anggarannya di Disbudparpora, ditanya ke Verry, dia bilang anggarannya di KONI".
"Ya udahlah jika tidak ada bantuan dari kalian gak apa-apa. Kalau tidak ada partisipasi membantu saya gak jadi masalah,"celetuk Freddy dengan nada tinggi seraya mengatakan ke Verry, yang penting proposal sudah dilayangkan, dan saya tetap memberangkatkan atlet wushu ke Medan meskipun biaya sendiri, lalu Freddy memutuskan kontak jejaringnya ke Verry karena tidak ada kepastian.
Di sela-sela percakapan di by phon, padahal pemkab-pemkab lain, sangat peduli, sperti diantarnya, Siantar, Simalungun Karo, Toba, Humbahas, dibiayai KONI, sebut dia mencontohkan daerah lain.
Lanjut Freddy mengemukakan, ini kan persoalan olahraga, bukan membawa nama ketua wushu Batu Bara, dan juga bukan membawa nama pribadi Freddy Simanjuntak, melainkan membawa nama besar Pemkab. Batu Bara-Sumatera Utara.
"Kan tak mungkin saya patahkan semangat generasi cabor atlet wushu ini. Masa depan anak-anak penting, ini adalah aset daerah, dan aset bangsa," sergah Freddy mengatakan saat berada di Medan dalam via telepon ke Verry.
Ditanya berapa biaya yang dikeluarkan?
Wahhh lumayanlah, berkisar jutaanlah. Ini biaya sendiri. Seminggu sebelum berangkat, kita TC (Training Camp) dulu di sanggar wushu yang beralamat, Jl. Kayu Laut, No. 78, Perumnas Sahab Indah, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, selama tujuh hari, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, membangun fisik, dan mempersiapkan mental, serta ekstra podingnya. Sebenarnya ada 6 orang, karena biaya tidak mencukupi, kita berangkatkan 3 orang peserta.
Setelah selesai TC, lalu menyiapkan biaya transportasi, penginapan, makan, ekstra poding, dan pelatih. Nah di sinilah kita harus ekstra terhadap tiga orang peserta atlet wushu apa yang dibutuhkan sepanjag mengikuti event olahraga wushu sanda senior putri dalam meperebutkan piala Gubernur Sumatera Utara tahun 2025 di Medan, bebernya dalam via telepon.
Lantas apa sikap Ketum Wushu Batu Bara Freddy Simanjuntak kapada Pemkab. Batu Bara, baik ke KONI maupun Disbudparpora?
Intinya, mungkin saya akan audiensi langsung kepada Bupati. Kebetulan kala itu Pak Bupati tau keberadaan Wushu Batu Bara. Dia kan pernah menjabat Kadispora Sumut. Waktu itu dia cerita minta dukungan dari saya, dukung saya ya untuk maju calon Bupati Batu Bara, ya saya siap, ulas Freddy mengisahkan.
Dalam audiensi itu nanti, sambungnya, Cabor Wushu Batu Bara akan menceritakan pengalama pahit meskipun berujung manis, di mana anak asuh kita Agil Zevila berhasil juara 1 dan medali emas di cabor wushu kejuaraan senior atlet wushu sanda kelas 56 senior putri terbuka tahun 2025 di Medan kepada Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian.
Agar nantinya bisa mengalokasikan anggaran untuk cabor-cabor di Batu Bara tanpa pengecualian. Semoga harapan besar ini dapat tercapai semestinya, kata Freddy mengakhiri dalam memberikan keterangan pers kepada Jurnalis Utamanews.com.