Jepan Temanta Ginting, 3 tahun, merupakan anak ke-6 dari 6 bersaudara dari pernikahan Dalem Ginting (55) dan Suasana boru Sembiring (44).
Anak yang tinggal di Desa Lau Tawar, Kec. Tanah Pinem, Kab. Dairi ini sudah hampir 3 tahun menderita penyakit Hidrosefalus. Namun karena keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan sehingga tidak mampu untuk membawa berobat ke rumah sakit.
"Saat bermur 2 bulan, rambut Jepan lebat dan kami pun mencukurnya, usai dicukur kami terkejut melihat kepalanya ada benjolan yang ketika dipegang terasa lembek. Kemudian hal tersebut kami periksakan ke rumah sakit umum (RSU) Sidikalang," ujar Dalem Ginting.
Hasil pemeriksaan dokter, kalau anaknya menderita penyakit hidrosefalus dan harus dioperasi di RSU Adam Malik Medan, karena disana peralatannya lebih lengkap. Setelah mendapat surat rujukan dari RSU Sidikalang, Dalem pun membawa anaknya berobat ke RSU Adam Malik.
"Berbekal kartu BPJS anak kami langsung dioperasi. Namun, setahun usai di operasi benjolan tersebut muncul kembali. Kami pun membawanya kembali memeriksakan ke RSU Adam Malik,"ungkapnya.
Disitu menurut keterangan dokter kalau selang pembuang cairan yang dipasang di kepala anaknya mengalami penyumbatan dan harus dilepas. Setelah operasi pencabutan selang, mereka disarankan untuk membawa anaknya kembali berobat setelah tiga bulan kemudian.
"Karena terbentur biaya pengobatan, kami tidak memeriksakan anak kami dan kondisinya sekarang dia terus terbaring karena kepalanya terus membesar," sebutnya.
Ditambahkan Dalem, karena keterbatasan biaya untuk pengobatan anaknya dilakukan melaui pengobatan alternatif ke oranag pintar di kampungnya.
"Untuk biaya makan saja kami harus bekerja di ladang orang, belum lagi biaya anak kami yang masih sekolah serta sewa kontrak rumah. Ladang peninggalan orang tua juga sudah kami gadaikan untuk biaya pengobatan anak kami," ungkapnya lagi.