Program vaksinasi menjadi salah satu upaya terpenting dalam penanganan pandemi Covid-19. Sebab sebelumnya berdasarkan data dari Kemenkes, sekitar 94 persen kasus kematian akibat Covid-19 di Rumah Sakit, terjadi pada pasien yang belum divaksin.
Pencapaian herd immunity pun mencakup sasaran vaksinasi 70 persen. Oleh karena itu, peranan dan gerakan edukasi dari beberapa instansi, gerakan sosial maupun masyarakat, merupakan salah satu kontribusi yang besar dalam penyelesaian Pandemi.
Untuk mencapai herd immunity pun, Pemerintah Daerah pun terus menggenjot vaksinasi. Salah satunya adalah Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Di Kota berjuluk Kota Rambutan ini, Vaksinasi terus dilakukan untuk mencapai target.
Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Indra Tarigan.
Menurutnya, saat ini terus melakukan vaksinasi bagi masyarakat.
"Benar, saat ini kita terus melakukan vaksinasi. Untuk dosis 1 sudah mencapai 70 persen, sementara untuk dosis 2 belum. Untuk itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19," ungkap dr Indra Tarigan, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (9/12) siang.
Diakui pria yang selalu akrab dengan awak media ini, kehadiran sentra-sentara vaksinasi juga sangat membantu program percepatan vaksinasi. Sebab, untuk mencapai percepatan kekebalan kelompok (herd immunity) sentra vaksinasi menjadi suatu gerakan penting untuk menjamin bahwa angka kematian akan menurun.
"Sebab akan komunal apabila dosis 2 juga sama capaiannya dengan dosis 1. Untuk itu kepada masyarakat juga wajib melengkapi dosis 2," himbaunya, seraya menambahkan bahwa dosis 1 sudah mencapai target.
Berdasarkan data yang diterima redaksi dari Dinas Kesehatan Kota Binjai, hingga hari ini dari jumlah 226.617 orang target vaksinasi di Kota Binjai, yang telah divaksin untuk dosis 1 sebanyak 159.237 orang (70,27%). Sedangkan yang sudah divaksin untuk dosis 2 sebanyak 125.587 orang (55,42%).
"Peranan dari seluruh elemen masyarakat juga merupakan salah satu kontribusi yang besar sekali dalam penyelesaian pandemi," demikian ungkap dr Indra Tarigan di akhir ucapannya.