Minggu, 03 Mei 2026

Anak 6-11 tahun bakal divaksin di sekolah masing- masing

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Dito Selasa, 09 Nov 2021 10:29
Ilustrasi
 Tribun Kaltim

Ilustrasi

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, mengatakan pemerintah berencana menggelar vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun di sekolah masing-masing.

Dijelaskannya, pemerintah akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan penyuntikan vaksin.

"Kemungkinan untuk anak usia 6-11 tahun, ini kan anak-anak sekolah, kami akan kerja sama dengan sekolah masing-masing," kata Siti Nadia dikutip dari Antara, Selasa (9/11).

"Kita tahu terdapat 'bulan imunisasi anak' di sekolah setiap tahun, jadi kami nanti akan gunakan mekanisme ini," lanjutnya.
Berdasarkan diskusi dengan para pakar seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak-anak lebih berani untuk divaksin setelah melihat teman-temannya tidak menangis saat disuntik.

Atas dasar itu, pelaksanaan vaksinasi di sekolah diprediksi berjalan optimal.

"Untuk anak dengan disabilitas, kami akan bekerja sama dengan SLB (Sekolah Luar Biasa) maupun komunitas. Untuk anak yang tidak berada di bangku sekolah, misalnya anak jalanan, kami akan bekerja sama dengan Dinas Sosial," imbuhnya.

Nadia mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia 6-11 tahun dengan Sinovac akan menggunakan sistem vaksinasi satu data.
produk kecantikan untuk pria wanita

Dia meminta orang tua untuk menyiapkan nomor induk kependudukan (NIK) anaknya masing-masing seperti tertera di Kartu Keluarga.

"Para orang tua, mumpung proses vaksinasi belum dimulai, saat ini dicek kembali apakah NIK anak masing-masing sudah diketahui. Biasanya, NIK ada pula di kartu keluarga dan sekolah sebetulnya sudah mendata juga nomor ini," kata dia.

Jika orang tua belum memiliki NIK anak, orang tua bisa melapor kepada kecamatan atau kelurahan setempat.

iklan peninggi badan
Sejauh ini, Pemerintah masih menyusun teknis pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun secara lebih rinci. Salah satunya proses wawancara agar penyakit bawaan benar-benar bisa diketahui.

Anak dengan penyakit bawaan seperti jantung dan leukemia tidak lantas divaksin tanpa persetujuan dari dokter yang biasa menanganinya.

"Anak dengan kondisi tersebut yang juga harus dapat perlindungan terlebih dahulu karena mereka berisiko terpapar Covid-19 yang lebih parah dibandingkan anak yang sehat. Jadi kapan mereka bisa divaksin juga harus kita persiapkan," katanya.
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️