5 (lima) unit truk jenis Colt Dieselt Bernopol BK 9349 CU, BK 9294 CU, BK 9495 CU, BK 9406 CU, Bk 9451 CU, bermuatan kayu gelondongan, milik PT. Labuhan Batu Indah (H.Taufik Lubis) ditahan warga Desa Hatapang Kec. NA IX - X Kab. Labura pada Rabu (14/9).
Adapun hal tersebut mereka lakukan dengan alasan bahwa aktifitas penebangan kayu yang berada di hulu sungai yang melintasi desa mereka yaitu sungai Aek Hatapang dan Sungai Aek Mabar yang merupakan sumber air bersih bagi penduduk desa mereka telah tercemar oleh longsoran material berupa pasir halus yang bercampur kapur dan bebatuan yang terbawa air dari hulu sungai, sehingga air sungai tersebut tidak bisa digunakan warga.
Safri Munthe (41 Tahun) Warga Desa Hatapang saat ditemui Media mengatakan, “Kami tidak akan melepaskan truk ini sampai Ijin penebangan kayu di hulu sungai dicabut dan kami meminta kepada pihak Muspida Labura dan yang telah mengeluarkan Ijin Penebangan kayu Oleh PT. Labuhan Batu Indah dengan pemilik Sdra. H. Taufik Lubis agar ditinjau kembali. Sebab sebelum ada penebangan kayu di atas sana, kedua air sungai yang mengapit kampung kami airnya jernih seperti air Aqua, setelah penebangan airnya pun berubah menjadi keruh dan bercampur pasir dan batuan. Padahal air sungai itulah yang kami gunakan untuk MCK,” sebutnya.
Hal yang sama dikatakan Sanawi Munthe (33 Tahun). “Setiap hujan turun pikiran kami waswas sebab kalau hujan deras turun air sungai itu meluap hingga ke perumahan kami dan batu batu dari Hulu sana pun berturunan. Semenjak ada penebangan itu, hidup kami terancam. Kami ingin H. Taufik Lubis segera angkat kaki dari kampung kami ini, kami tidak mau mati akibat ulahnya”, cetus Munthe.
Pantauan Utamanews.com pada Kamis (15/9), kedua sungai yang dikatakan warga tersebut telah terjadi pendangkalan akibat endapan material pasir yang terbawa dari hulu penebangan di hulu sungai berada dalam kemiringan di atas 50 derajat. Struktur kondisi tanah, tanah putih bercampur pasir yang mudah longsor. Di lokasi penebangan terlihat Beberapa Alat berat, yakni 2 unit buldozer, 1 unit escavator dan juga terlihat H. Taufik Lubis, namun tak satu pun bersedia dikonfirmasi.