Kamis, 21 Mei 2026
Wanita penjual Es Teh Jumbo di depan Taman PGRI Binjai tewas dibunuh di mobilnya
Medan (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Kamis, 08 Jun 2023 18:28
Suasana di rumah duka
Istimewa

Suasana di rumah duka

Kepergian Fonda Harianingsih (50) meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga. Siapa sangka, wanita yang memiliki kepribadian yang baik dan penyayang ini, pergi menghadap sang pencipta dengan tak wajar dan terasa sangat begitu cepat. 

Sebab bukan karena sakit, Fonda meninggal dunia karena adanya orang yang nekat menghabisi nyawanya dengan cara dibunuh di dalam mobil pribadinya pada Rabu (7/6) kemarin. 

Bahkan jasadnya ditemukan di dalam mobilnya sendiri yang terparkir di Jalan Kelambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Fonda menghadap sang khalik meninggalkan seorang anak dan dua orang cucu yang bertempat tinggal di Kota Medan. 
Sementara itu, suaminya bernama Sapta merupakan seorang mantri yang cukup dikenal masyarakat di Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Namun almarhum Fonda merupakan istri muda atau istri kedua Sapta yang bertempat tinggal di Kwala Begumit, Kabupaten Langkat.

Meski berdomisi di Kabupaten Langkat, namun almarhumah Fonda dikebumikan di Pekuburan Islam Kebun Lada Binjai. 

Pantauan awak media saat menyambangi lokasi pemakaman, tampak Sapta yang merupakan suami Fonda, tak kuasa menahan tangis atas kepergian istri tercintanya ini. Bahkan terlihat kondisi fisik Sapta seperti tak bedaya dan lemas pasca ikut meletakkan langsung jasad Fonda di dalam liang lahat. 

Begitu juga abang kandung almarhumah Fonda yang mengakui bernama Hariono (56). Saat ditemui awak media, dirinya juga tidak menyangka atas kepergian adiknya yang begitu tragis. 
produk kecantikan untuk pria wanita

"Kami sekeluarga terkejut dan tidak menyangka atas kepergian adik saya ini," ujar Hariono sembari menahan tangisnya, Kamis (8/6).

Sebagai Abang kandung Almarhumah Fonda, Hariono mengaku mendapat kabar kematian adiknya sudah tak bernyawa lagi pada Rabu (7/6) sekira pukul 17.00 Wib.

"Ada tetesan darah di dalam mobil dan saya menyaksikan langsung sehingga saya pastikan itu adik saya," tutur Hariono dengan raut muka yang sedih. 

iklan peninggi badan
Tidak hanya itu, Hariono juga sempat menyinggung penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. "Penanganan polisi memang agak lambat, mungkin karena macet jadi agak lama datang untuk mengevakuasi," ujarnya. 

Diakui Hariono, sebelum ditemukan tewas bersimbah darah dalam mobilnya di Jalan Kelambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, almarhumah Fonda sempat menghubungi dirinya untuk berpindah jualan ke Helvetia, Kota Medan, sekitar pukul 09.20 WIB.

"Pada saat itu dia menghubungi saya sekitar jam 09.20 Wib. Almarhumah mengatakan mau pindah tempat jualan esnya ke Helvetia. Cuma tidak jadi," beber Hariono, seraya mengatakan bahwa Fonda baru tiga hari belakangan berjualan minum es dengan mengendarai mobil di sekitaran Kota Binjai. 

Seharusnya menurut Hariono, hari ini almarhumah berjualan di Helvetia. "Seandainya semalam adik saya berjualan disana, Insyaallah kejadian ini tidak akan terjadi. Namun Allah SWT berkata lain, hari ini dia sudah berpindah tempat pemakaman," ujar Hariono. 

Saat ditanya apakah korban mempunyai musuh, Hariono menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut. "Saya kurang tau. Karena saya tinggal di Medan dan adik saya di Kota Binjai. Intinya kita tidak mau mencampuri urusan rumah tangga dia seperti apa," sambungnya. 

Hariono pun mengungkapkan hingga sampai saat ini keluarga besar mereka belum mengetahui motif pembunuhan tersebut sehingga pelakunya nekat menghabisi nyawa Fonda.
 
"Sampai saat ini kami belum tau karena apa, tapi yang pasti dia dibunuh. Sebelum berjualan, sehari-harinya adik saya sebagai ibu rumah tangga. Soal dugaan dia dipaksa dibawa ke Medan, bagaimana kita bilang ya??! Kalau ada ditemukan selopnya sebelah di lokasi dia berjualan di Kota Binjai, pasti dipaksa," beber Abang kandung korban. 

Disinggung kembali soal kehamilan korban, Hariono menegaskan jika adik kandungnya meninggal dunia tidak dalam keadaan mengandung. "Badannya memang besar, jadi bukan hamil," ujar Hariono. 

Selanjutnya, pria berusia 56 tahun ini pun berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

Kini, jenazah almarhumah Fonda Harianingsih saat ini sudah dikebumikan di pekuburan Islam Kebun Lada Binjai, tak jauh dari kediaman mertuanya.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later