Di desa Kutoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terjadi sebuah peristiwa yang mengejutkan. Seorang ibu bernama Budiati (31) ditemukan meninggal dunia sambil memeluk bayinya. Kejadian tragis ini terungkap setelah suaminya, Mashuri (45), pulang dari perjalanan kerja di luar kota pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Ketika Mashuri tiba di rumah, ia melihat pintu rumahnya tidak terkunci, namun dalam keadaan tertutup. Ia segera masuk ke dalam dan menemukan istri tercintanya terbaring miring di tempat tidur. Budiati telah meninggal dunia dan wajahnya terlihat membengkak. Yang lebih menyedihkan, ia ditemukan dalam posisi memeluk bayi mereka. Sementara itu, kedua anak balita mereka juga ditemukan memeluk jasad ibu mereka.
Berita ini menimbulkan keprihatinan yang mendalam karena kondisi ketiga anak tersebut sangat memprihatinkan. Mereka tampak pucat dan tubuh mereka membiru, menunjukkan gejala dehidrasi. Bayi yang masih sangat kecil langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan dua anak lainnya diungsikan ke rumah tetangga.
Ketika ditanyai tentang kondisi cucunya, ayah Budiati, Gunadi (61), mengungkapkan kekhawatirannya. Bayi tersebut mengalami kekurangan cairan karena tidak minum susu sejak ibunya meninggal. Namun, kakak-kakaknya sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan.

Mashuri penganiaya istri hingga tewas ditangkap dan dibawa ke Polresta Pati. (Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kepolisian setempat telah menetapkan suami korban, Mashuri, sebagai tersangka dalam kasus ini setelah melakukan pemeriksaan terhadapnya serta meminta keterangan dari keluarga dan tetangga korban. Menurut hasil pemeriksaan polisi, Mashuri diduga telah melakukan kekerasan terhadap istri yang berujung pada kematian tragis tersebut.
Penyebab kematian Budiati diungkap setelah dilakukan autopsi. Ditemukan luka memar di kepala yang diduga menjadi pemicu meninggalnya ibu tersebut. Selain itu, kondisi Budiati yang sedang tidak fit setelah melahirkan anak ketiganya yang baru berusia sebulan juga mempengaruhi kematian tersebut.
Polisi mengungkapkan bahwa motif di balik penganiayaan tersebut adalah rasa cemburu yang dirasakan oleh Mashuri terhadap istrinya. Tersangka merasa curiga ketika ingin melihat ponsel korban dan Budiati melarangnya. Kejadian ini kemudian memicu penganiayaan yang berulang kali, bukan hanya satu kali. Budiati meninggalkan tiga anak, dua balita dan satu bayi, yang harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Saat ini, Mashuri telah ditahan di Polresta Pati sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan kekerasan dalam rumah tangga dan perlunya tindakan untuk melindungi korban yang rentan, terutama dalam hubungan suami-istri. Semoga tindakan hukum yang tepat dapat diambil untuk memberikan keadilan kepada korban dan memberikan perlindungan bagi mereka yang berada dalam situasi serupa.