Tentara Tewaskan Komandan Penting Taliban di Afghanistan Timur
Afghanistan (utamanews.com)
Oleh: John
Minggu, 02 Jul 2017 18:42
Twitter/@IndeksOnline
Satu masjid di Balkh Afghanistan diserang oleh Taliban, 13 warga sipil tewas dalam serangan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyatakan bahwa seorang komandan penting Taliban di Provinsi Wardak, Afghanistan Timur, telah tewas selama operasi khusus.
"Mullah Bashir, alias Fato, komandan penting kelompok Taliban di Provinsi Wardak, yang juga menjadi gubernur bayangan Wilayah Burkh, tewas selama operasi khusus yang dilancarkan pada Jumat (30/6/2017)," ujar Gubernur Wilayah tersebut Nasrudin Nazari, di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Sabtu (1/7).
Pejabat ini juga menyatakan bahwa dua pengawal komandan yang tewas tersebut menderita luka.
Menurutnya, Mullah Bashir bertugas mengatur serangan terhadap pasukan keamanan dan melancarkan kegiatan subversif. Tidak adanya Mullah Bashir dapat menjadi pukulan keras bagi Taliban di Wardak dan daerah sekitarnya.
"Petempur Taliban melancarkan serangan yang teratur untuk merebut markas kabupaten di Dasht-e-Archi pagi ini, tapi pasukan keamanan membalas dan menewaskan delapan gerilyawan termasuk seorang komandan penting, Mullah Mudasir di tempat, sehingga para penyerang melarikan diri," kata Nasrudin Nazari.
Anggota faksi Taliban yang menguasai beberapa bagian Provinsi Kunduz belum mengeluarkan komentar mengenai situasi di Kabupaten Dasht-e-Archi tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri juga menyatakan bahwa sebanyak 13 gerilyawan termasuk lima yang setia kepada kelompok garis keras IS telah tewas selama 24 jam belakangan saat pesawat Pemerintah Afghanistan menggempur tempat persembunyian mereka.
"Dalam 24 jam belakangan, 13 gerilyawan bersenjata termasuk lima anggota kelompok IS telah tewas, setelah Angkatan Udara Afghanistan menyerang tempat persembunyian gerilyawan di Desa Khowaja Khil, Paktika di Kabupaten Barmal, Desa Qora Qol, Desa Sar-e-Pul dan Aqsai di Kabupaten Sayad, Kabupaten Qosh Tipa di Provinsi Jowzjan," kata pernyataan itu.
"Senjata dan kendaraan milik gerilyawan bersenjata juga hancur selama serangan udara tersebut," tambahnya.