Team LSM yang mendapat Informasi dari warga mendapati satu unit Truk Coldisel melakukan pengisian BBM bersubsidi ke dalam drum plastik, Senin (5/9), dan setelah didekati truk itu membawa 18 drum plastik dan 5 diantaranya sudah terisi.
Ir. J. R. Hutajulu dari tim LSM kemudian menghampiri Rudi warga Rantau Prapat selaku sopir truk dan memperoleh informasi bahwa BBM tersebut milik Topik Lubis dan akan dibawa ke Desa Hatapang Kecamatan NA IX-X untuk keperluan alat berat.
Sopir menyatakan bahwa mereka membeli BBM sekali seminggu, selama delapan bulan terakhir dan sekali pengisian sebanyak 4.000 liter 18 drum.
Setelah mendapat keterangan dan agar sopir tidak melarikan diri, kemudian Hutajulu mengamankan kunci kontak dan Buku Speksi dari truk tersebut.
Mandor SPBU 14 214 256 Rudi Simatupang, yang sewaktu itu berada di lokasi membenarkan telah melakukan pengisian yang salah. "Ya bang, salah kerja kami ini, kami harap kasihan orang abang la agar kami tidak berhenti kerja, hanya Rp 250.000 atau Rp 300.000 nya dapat kami setelah pengisian," ucap Rudi.
Selanjutnya pada Pukul 10:00 WIB, Tim dari Polsek Kualuh Hulu yang dipimpin oleh Ipda. AM. Purba Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu, datang ke lokasi kejadian kemudian membawa Truk yang bermuatan BBM bersubsidi Jenis Bio Solar serta sopir dan kernet ke Mapolsek Kualuh Hulu.
Pantauan Media, pada pukul 17:00 WIB, Tim Polsek Kualuh Hulu dengan mengendarai Mobil Patroli Polsek Kualuh Hulu mengawal barang bukti Berupa Satu Unit Truk Mobar Col Diesel Nomor Polisi BK 9407 CU Satu Lembar STNK Asli Nomor Polisi BK 9407 CU Satu Buah Buku Speksi Nomor Polisi BK 9407 CU Satu Buah Kunci Kontak Mobar Nomor Polisi BK 9407 CU 5 Drum Plastik berisi Minyak Solar 13 Drum plastik Kosong dan dua Orang satu Aopir dan satu kernet bernama Dedi sopir bernama Rudi Rantau sama sama warga Rantau Prapat ke Mapolres Labuhan Batu.
Terpisah, M. Rulis Harahap Anggota DPRD Labura dari Partai Nasdem, saat diminta tanggapanya mengatakan agar SPBU itu di-“Police Line” saja karena telah melakukan tindak Pidana UU. Migas.
“Kita minta agar pihak penegak hukum benar-benar serius menangani kasus ini,” imbuhnya.