Rabu, 14 Nov 2018 04:16
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Sekelumit Kisah Di Balik Misi Evakuasi Jenazah Korban Penembakan Kelompok KKSB Purom Wenda

Sekelumit Kisah Di Balik Misi Evakuasi Jenazah Korban Penembakan Kelompok KKSB Purom Wenda

Papua (utamanews.com)
Oleh: Erickson/rls
Selasa, 06 Nov 2018 08:06
Puspen TNI
Ilustrasi
Sekitar pukul 4 subuh. Cuaca dingin di kampung Popome Distrik Makoni pagi itu terasa menusuk tulang. Biasanya saat itu masih waktu yang tepat bagi penduduk desa untuk terlelap dalam tidur dengan selimut hangat. Namun tidak demikian hari itu, hampir semua penduduk tidak bisa tidur dengan lelap di bangunan gereja yang dijadikan tempat bermalam mereka. Rasa tegang penuh ketakutan meneror mereka.

Petang sebelumnya, Yanmar seorang warga kampung yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek tewas ditembak dengan keji oleh kelompok kriminal separatis yang dipimpin Purom Wenda. Yanmar ditembak hanya karena ia ingin menanyakan tentang HP saudaranya yang dirampas salah satu anggota kelompok brutal tersebut beberapa waktu sebelumnya. Mayat Yanmar pun dibiarkan tergeletak di lokasi penembakan tanpa ada seorang warga pun yang berani mendekatinya.

Aksi teror terakhir inilah yang membuat warga desa terpaksa memilih mengamankan diri di 2 gereja yang dipimpin Pendeta Eli Murib, karena ketakutan. Selanjutnya pendeta dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan warga dan bernegosiasi dengan Purom untuk mengevakuasi jenazah korban. Namun negosiasi berjalan buntu hingga malam itu, Purom melarang warga sipil mengevakuasi mayat korban, hanya pasukan TNI-Polri yang boleh mengambil. Terlihat jelas bahwa Purom ingin menjadikan jenazah Yanmar sebagai umpan untuk menjebak aparat keamanan.

Tidak jauh dari lokasi pengungsian, sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Gabungan TNI-Polri, telah bersiap menyusun strategi. Tidak tampak ketegangan di wajah para prajurit TNI-Polri yang rata-rata berusia muda ini. Pandangan mata tajam dan dingin terpancar, menunjukkan mereka telah siap melaksanakan misi. Misi mereka adalah melakukan evakuasi terhadap jenazah Yanmar. Mereka sadar, tugas tersebut sangat beresiko. Bahkan bukan tidak mungkin mereka harus meregang nyawa dan menjadi sasaran tembak kelompok Purom yang telah bersiap di atas bukit. Namun mereka yakin bahwa tugas tersebut adalah suatu kebanggaan bagi prajurit TNI-Polri. Apapun resikonya, aparat negara harus hadir untuk melindungi warganya. Kapolres Lanny Jaya, AKBP Tonny Ananda Jaya, langsung memimpin misi tersebut.

Perlahan dengan penuh kehati-hatian, tim Polri bergerak mendekati lokasi jenazah dengan menggunakan 3 kendaraan taktis. Sementara, 1 unit tim yang beranggotakan prajurit TNI pimpinan Letnan Satu Zulmi bergerak mendaki punggung bukit dengan senyap dan rahasia. Mengambil posisi di belakang kedudukan kelompok Purom.

Sesaat ketika mulai mendekati jenazah, apa yang diperkirakan terjadi, kelompok Purom melancarkan tembakan sporadis ke arah tim evakuasi pimpinan Kapolres. Tanpa menunggu aba-aba, tim evakuasi segera membalas tembakan dengan gencar ke arah bukit, dimana posisi tembakan kelompok Purom berasal. Tembakan balasan tersebut berhasil memaksa Purom dkk bertahan di kedudukannya. Saat itu lah, tim pelambung TNI memastikan kedudukan lawan dan mulai bergerak mendekat ke sasaran dengan cepat dan membuka tembakan terarah pada kelompok separatis yang terkenal sadis tersebut. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit sampai akhirnya, kelompok pimpinan Purom terdesak dan melarikan diri berpencar jauh ke dalam hutan.

Sesaat kemudian tembakan kelompok Purom terhenti. Tim Gabungan TNI-Polri segera mendekat dan melakukan penyisiran di lokasi kontak senjata. Dua mayat anggota kelompok Purom ditemukan tergeletak di posisi yang relatif berjauhan. Ratusan munisi kaliber campuran pun tercecer. Hal ini mengindikasikan kelompok Purom panik dan ketakutan sehingga melarikan diri tanpa sempat membawa munisi cadangan mereka. Misi evakuasi pun dinyatakan berhasil.

Tidak ada perayaan atas keberhasilan itu. Seluruh personel Tim Gabungan TNI-Polri hanya berdoa untuk mengucap syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan dan tidak lupa mengirim doa untuk kedua korban dari kelompok KKSB Purom Wenda. "Apa yang kami lakukan semata-mata untuk melindungi warga. Kalau boleh memilih, kami tentu lebih senang bila kami tidak perlu mengeluarkankan tembakan. Namun dalam situasi tempur, kami tidak punya pilihan," ujar salah satu personel tim gabungan dengan raut wajah datar.

Saat membawa jenazah menuju RSUD Tiom, masih terdengar tembakan satu dua kali dari arah hutan, namun proses evakuasi dapat berjalan lancar.

Editor: Dito

Sumber: Pendam XVII/Cen

T#g:KKSBPapuaTNI-Polri
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 11 Nov 2018 03:11

    Satgas Yonif 121/MK Dan Dinas Pertanian Kabupaten Keerom Laksanakan Panen Raya Jagung Unggulan

    Bertempat di Pos Komando Taktis (Pos Kotis) Satgas Yonif 121/MK di Kampung Wonorejo Distrik Mannem Kabupaten Keerom, Papua pada Sabtu 10 November 2018 Satgas Yonif 121/MK bersama-sama dengan Balai Pen

  • Selasa, 23 Okt 2018 10:23

    Demi Kenyamanan Warga Beribadah Satgas Yonif 121/MK Bantu Renovasi Mushola

    Di sela-sela tugas pokoknya sebagai pasukan pengamanan perbatasan antara negara Indonesia dan Papua Nugini, Satgas Yonif 121/MK dari Kodam I/Bukit Barisan yang telah bertugas selama kurang lebih 8 bul

  • Senin, 22 Okt 2018 16:12

    Biadab! Selain Menyekap, KKSB Juga Memperkosa Korban di Mapenduma

    Sesuai dengan laporan yang kami terima dari jajaran bahwa betul telah terjadi penyekapan terhadap para guru dan tenaga medis yang bertugas di Mapenduma oleh KKSB pimpinan Egianus Kogeya sejak tanggal

  • Rabu, 17 Okt 2018 18:17

    Berikan Motivasi Kepada Pelajar, TNI Kunjungi Sekolah di Puncak Jaya

    Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama dengan anggota Kodim 1714/Puncak Jaya memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa-siswi serta menanamkan rasa dis

  • Minggu, 14 Okt 2018 21:14

    Kunjungan Tim Pembinaan Masyarakat TNI di Pengungsian Perang Suku

    Jalinan komunikasi antara Kodim 1714/Puncak Jaya dengan masyarakat selalu terjaga, sekalipun ketika berada di pengungsian akibat perang suku yang terjadi di kampung Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya.

  • Sabtu, 13 Okt 2018 15:13

    Masyarakat Puncak Jaya Datangi Pengobatan Massal Gratis dan Pembagian Sembako

    Kedatangan Tim Kesehatan di Kampung Tingginambut pagi itu membuat masyarakat berbondong bondong berkumpul di halaman Puskesmas, mereka bergegas datang untuk mendapat pelayanan kesehatan gratis dari Ti

  • Kamis, 11 Okt 2018 13:11

    Pangdam I/BB Beri Arahan Pada Prajurit Yonif 126/Kala Cakti

    Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah memberikan pengarahan kepada 450 orang prajurit Batalyon Infanteri 126/Kala Cakti yang akan diberangkatkan Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua New

  • Rabu, 10 Okt 2018 09:10

    Tingkatkan Minat Baca Anak, Satgas Yonif 121/MK Sumbang Buku Bacaan Sekolah

    Membaca tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, dan membaca merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa mulai di tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dalam proses belajar

  • Selasa, 09 Okt 2018 13:09

    Tarian Papua Kalaborasi dengan Tor Tor Batak, Tampil Memukau Di Pameran Alutsista HUT TNI

    Pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI yang digelar dalam rangka HUT ke 73 TNI tahun 2018 menyita banyak perhatian dari kalangan masyarakat yang ada di kota Jayapura Provinsi Papua. Pa

  • Minggu, 30 Sep 2018 15:30

    Satgas Yonif 121/MK Bekali Pramuka Dengan Pengetahuan Kompas

    Praja Muda Karana (Pramuka) adalah suatu organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia dimana kata Pramuka itu sendiri memiliki arti Jiwa Mu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak