Bentrok yang terjadi antar OKP Pemuda Pancasila (PP) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang terjadi di Kota Binjai, tepatnya di Jalan Samanhudi, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (22/6) langsung disikapi oleh pihak terkait.
Forkopimda Binjai seperti Walikota Amir Hamzah, Dandim 0203/Langkat dan Kapolres Binjai, serta pengurus PP-IPK, menggelar pertemuan untuk mencari solusi di Aula Kodim 0203/Langkat, yang beralamat di Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Binjai Kota.
Namun sayang, di saat pertemuan berlangsung, keributan dua kelompok massa kembali terjadi di Jalan Samanhudi pada sore hari. Bahkan, dalam bentrokan itu, disebut sebut juga melukai seorang personil TNI.
"Anggota saya kena serang ini. Tolong turunkan tensi masing masing. Saya tidak mau tahu, anggota saya katanya jadi korban, malam ini harus saya proses siapa itu yang menyerang," tegas Dandim 0203/LKT, Letkol M Eko Prasetyo.
Dalam pertemuan itu juga disampaikan pihak IPK, bahwa kantor ranting mereka juga ikut dirusak. "Kami baru dapat info, kantor yang kita bahas ini sudah dirusak," ucap pihak IPK yang diketahui bernama Ade Rinaldi.
Sementara itu, Walikota Binjai Amir Hamzah, juga mengaku kecewa dengan sikap kedua organisasi kepemudaan tersebut.
"Di saat kita sedang mencari solusi dan sudah akan mendapatkan titik temu, masih ada pergerakan massa di bawah. Inikan sudah tidak menghargai kami," kata Amir.
Situasi tak kondusif membuat pertemuan menjadi buyar. Sejumlah personil kepolisian dan TNI yang hadir dalam pertemuan tersebut, langsung terjun ke lapangan.
Diketahui, pemicu bentrokan kedua OKP yang terjadi di pagi jelang siang hari tadi akibat pemasangan plank oleh IPK. Pemasangan plank itu pun mendapat penolakan dari massa PP dan masyarakat setempat. Penolakan massa PP juga beralasan, mengingat plank dan kantor ranting IPK sangat dekat dengan rumah Ketua MPC PP.
Dari bentrokan awal, satu orang dari salah satu OKP terluka akibat terkena panah. Sementara dari bentrokan kedua di sore hari, belum diketahui pasti apakah ada korban atau tidak.
Sementara dari pihak PP, yaitu Cheppy Irsan, dalam pertemuan itu mengaku tidak ada anggota PP yang melakukan penyerangan.
"Tidak ada anggota PP yang menyerang sore ini. Anggota hanya stand by di dekat rumah Ketua MPC," sebut Chepi.
Hingga pukul 19.00 Wib, pertemuan masih berlangsung di Makodim 0203/LKT. Bahkan, belum ada titik temu apakah plang IPK masih dapat berdiri atau akan dicabut oleh Pemko Binjai.
Namun berdasarkan informasi yang diterima, plank milik IPK dicabut. Begitu juga dengan Kantor milik IPK, juga ikut rusak dan dipasang Police line.
Bahkan menurut informasi yang diterima awak media, sebanyak 20 orang diamankan di Polres Binjai akibat bentrokan itu. Namun belum diketahui pasti dari kubu mana yang diamankan tersebut.
Akibat bentrokan tersebut, warga pun mengaku takut untuk melintas di Jalan Samanhudi, tepatnya di sekitar lokasi bentrokan. Ketakutan warga pun dinilai beralasan karena mereka takut menjadi korban salah sasaran.