Prajurit TNI tewas dibunuh, Mayjen TNI Cucu Somantri: Babinsa saya tidak ada menampar pelaku
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Sabtu, 08 Jul 2017 16:48
Dok
Mayjen TNI Cucu Somantri dan Irjen Pol Rycko Amelza
Beredarnya informasi dan pemberitaan di beberapa media massa yang menyebutkan bahwa pelaku Samsir Bin Nunung, 21 tahun,yang menikam Serda Musaini, 55 tahun dengan menggunakan keris hingga meninggal di tempat, sebelumnya ditampar korban, mendapat bantahan keras dari Panglima Kodam I/BB, Mayjen TNI Cucu Somantri.
"Anggota saya, Alm. Serda Musaini, tidak ada menampar pelaku. Saat ada pemakaman warga melihat se-gerombolan anggota geng motor mengendarai sepeda motor kebut-kebutan sambil ugal-ugalan dan menggeber-geber kendaraannya. Karena dianggap mengganggu, lantas Babinsa yang bertugas di Koramil 06 Kateman jajaran Kodim Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau langsung menegurnya," tegas Pangdam I/BB, Sabtu (8/7/2017), seperti dikutip dari okebung.com.
Tak terima ditegur, salah satu anggota geng motor bernama Samsir Bin Nunung, warga kawasan Parit 8 Guntung, Riau mendatangi Serda Musaini ke Pos Babinsa Tagaraja dan langsung menusuknya secara tiba- tiba dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) sehingga Babinsa tersebut menderita dua luka tusukan di perut dan satu luka di tangan, selanjutnya langsung dilarikan ke Puskesmas Kateman guna penanganan medis, namun nyawa Prajurit TNI itu tidak tertolong lagi, sekira pukul 15.00 WIB, Serda Musaini dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya.
Sedangkan pelaku,usai menikam korban berusaha kabur hingga akhirmya ketangkap Kopka Chandra dan warga, dan tanpa diperintah pelaku langsung dihakimi massa hingga babak belur.
"Pelaku berusaha kabur,tapi berhasil ditangkap Kopka Chandra bersama warga dan selanjutnya diserahkan ke Polisi," sebut Pangdam I/BB.