Kamis, 21 Mei 2026
Penjala Udang dari Sei Meran, ditemukan tewas di pinggir paluh
Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Rabu, 18 Nov 2020 19:38
Istimewa

Hariadi (47) warga Dusun I Sei Tiram, Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, ditemukan terapung di pinggir Paluh (Pusaran air) dengan kondisi sudah tidak bernyawa, Selasa (17/11) malam, sekira Pukul 21.00 Wib.

Sebelumnya, Pria yang berprofesi sebagai pencari ikan (penjala) Udang dan Ikan itu dikabarkan sempat menghilang. Akhirnya, sekitar Delapan jam kemudian, Korban ditemukan oleh warga sekitar di pinggir Paluh dengan posisi tangan kanan terikat tali jala miliknya dan sudah tidak bernyawa lagi.

Informasi yang berhasil dirangkum, sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Korban berangkat ke Paluh untuk mencari Udang dan Ikan dengan cara menjala, yang merupakan profesi pria paruh baya tersebut.

Suhendra, yang merupakan anak Korban menjelaskan, seperti biasa, orangtuanya setiap pagi selalu berangkat mengais rejeki dengan menjala Udang dan lkan. "Pada Siang hari biasanya bapak sudah kembali ke rumah untuk makan siang," ungkap Suhendra.
Namun, sampai pada pukul 13.00 Wib, korban belum kembali ke rumah. Karena orangtuanya belum juga kembali, Suhendra dan beberapa warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar Paluh tempat biasanya korban menjala Udang dan lkan.
Takdir berkata lain. Sebab, pada saat melakukan pencarian, air laut sedang pasang dan sulit menemukan korban, sehingga mereka kembali ke rumah masing masing.

Selang beberapa jam kemudian, pencarian pun dilanjutkan. Akhirnya warga menemukan Topi, Rokok dan Mancis di dalam plastik yang tersangkut di pohon Bakau yang merupakan milik Korban.

Akhirnya, sekitar Delapan jam pasca hilangnya Korban dan kondisi air laut sudah surut, warga dan anak korban berhasil menemukan jasad Korban dalam keadaan terapung dengan kondisi sudah tak bernyawa. Saat itu posisi tangan kanan terikat tali jala.
produk kecantikan untuk pria wanita

Menurut keterangan beberapa kerabatnya, selama ini Korban juga mengidap penyakit Lambung. Saat akan di-outopsi, keluarga korbanpun menolak.
Kepala Desa (Kades) Sei Meran, MT Tarigan, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (18/11) terkait warga yang ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir Paluh mengakui jika Korban merupakan warganya. "Korban memang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti darah tinggi dan jantung, mungkin karena kelelahan atau penyakit itu penyebabnya," ucap Kades.

Sebagai Kades, MT Tarigan juga mengatakan, Korban meninggalkan 6 orang anak, dan selama ini tidak memiliki pekerjaaan tetap.

iklan peninggi badan
"Sehari hari korban kerjaannya mocok- mocok, sebab bukan nelayan. Makanya pergi menjala Udang dan Ikan hanya di pinggiran Paluh tanpa menggunakan Sampan," ungkap MT Tarigan.

Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later