Minggu, 17 Mei 2026

Penegasan Fakta atas Upaya Distorsi TPNPB-OPM Kodap XXVII Sinak

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Tommy Senin, 14 Jul 2025 09:34
Prosesi kembalinya empat pemuda eks OPM, harapan baru bagi perdamaian Papua
 Puspen TNI

Prosesi kembalinya empat pemuda eks OPM, harapan baru bagi perdamaian Papua

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada tanggal 12 Juli 2025, yang menyebut bahwa empat orang yang kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah pelajar dan bukan anggota TPNPB, merupakan bentuk distorsi fakta serta pengaburan realitas di lapangan.

Pertama, keempat orang mantan OPM tersebut, yakni Eden Tabuni, Eranus Tabuni, Yopi Tabuni, dan Kilitus Murib, secara sadar dan sukarela telah mengucapkan ikrar kembali ke pangkuan NKRI. Proses ini dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah setempat.

Pernyataan resmi yang mereka ucapkan bukanlah hasil tekanan, intimidasi, ataupun rekayasa pihak manapun. Ikrar itu mereka ucapkan atas dasar kesadaran pribadi setelah menyadari bahwa perjuangan bersenjata yang mereka ikuti hanya membawa penderitaan, tanpa memberikan masa depan yang lebih baik.

Kedua, benar bahwa keempat individu tersebut sebelumnya berstatus sebagai pelajar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mereka telah direkrut dan aktif dalam kelompok bersenjata OPM. Pengunduran diri mereka juga dipicu oleh konflik internal dan ancaman pembunuhan dari sesama anggota karena dianggap tidak loyal.
Situasi tersebut menjadi bukti bahwa OPM kerap mengeksploitasi anak-anak dan remaja untuk kepentingan aksi kekerasan. Praktik ini merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak dan melanggar hukum humaniter internasional, termasuk The Convention on the Rights of the Child dan The Additional Protocol on the Involvement of Children in Armed Conflict.

Ketiga, status “pelajar” tidak bisa dijadikan dalih untuk menafikan keterlibatan mereka dalam aktivitas kelompok bersenjata. Banyak dokumentasi lapangan menunjukkan bahwa TPNPB-OPM sering memanfaatkan anak-anak dan remaja sebagai kurir, penjaga pos, mata-mata, hingga pelaku operasi bersenjata.

Maka sangat keliru jika hanya karena nama mereka masih tercatat sebagai siswa, lalu dianggap tidak pernah menjadi bagian dari aktivitas kelompok bersenjata tersebut. Ini adalah bentuk penyamaran realitas yang kerap dilakukan oleh pihak TPNPB-OPM untuk menghindari sorotan internasional.

Keempat, narasi TPNPB-OPM yang menyebut bahwa mereka tidak mengenal nama-nama tersebut dalam struktur organisasi mereka merupakan upaya untuk menjaga muka di tengah menurunnya kepercayaan dan loyalitas dari anggotanya di tingkat akar rumput. Banyak mantan anggota yang meninggalkan kelompok karena kecewa dengan janji kosong dan kekerasan internal yang terus terjadi.
produk kecantikan untuk pria wanita

Dalam keterangannya di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Minggu (13/7/2025), Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, “Penting untuk dipahami bahwa kembalinya empat pemuda tersebut adalah harapan baru bagi perdamaian Papua. Langkah mereka adalah simbol bahwa masih ada harapan perubahan dari dalam masyarakat sendiri, termasuk dari mereka yang sempat tersesat di jalan yang salah.”

Segala bentuk upaya yang dilakukan TPNPB-OPM untuk membantah atau menutupi fakta ini sesungguhnya mencerminkan kepanikan. Meningkatnya jumlah anggota yang kembali ke pangkuan NKRI menunjukkan bahwa kekerasan sudah tidak lagi mendapat dukungan, bahkan dari dalam tubuh mereka sendiri.

Kembalinya empat pemuda ini bukan hanya simbol semata, tetapi merupakan bukti nyata bahwa rakyat Papua semakin jenuh dengan konflik bersenjata. Mereka mendambakan kedamaian dan masa depan yang lebih baik dalam bingkai NKRI.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later

⬆️