Nelayan Minta DPRD Labura Segera Turun ke Lokasi Pencemaran Limbah Sungai Simangalam
Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Senin, 15 Mei 2023 22:15
Istimewa
Ikan mati di sungai Simangalam diduga akibat limbah PKS
Para Nelayan Jaring dan kail Desa Simangalam, kecamatan Kualuh Selatan kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) meminta agar pihak DPRD Labura segera turun ke lokasi pencemaran air sungai Simangalam yang diduga disebabkan limbah pembuangan pabrik, Senin 15 Mei 2024.
Mereka mengungkapkan bahwa ribuan ikan mati membusuk dan mereka kesulitan mencari ikan selama seminggu.
"Kejadian itu diduga disebabkan adanya pencemaran yang diduga karena limbah pabrik pabrik di hulu sungai, maka kami nelayan desa Siamangalam Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, merasa keberatan atas matinya ikan-ikan di aliran sungai yang diduga disebabkan limbah PKS dari Hulu Sungai tersebut", ungkapnya
Akibat banyaknya ikan-ikan yang mati kami para nelayan yang setiap harinya bertumpu dari mata pencaharian hasil sungai Siamangalam sudah satu minggu tidak berusaha menangkap ikan.
"Tentunya hal ini dirasa sangat penting untuk ditindaklanjuti oleh para pihak yang berwenang", tandasnya.
Nada yang sama disampaikan warga bermarga Hasibuan Desa Siamangalam. "Benar pak, akibat pencemaran dari pembuangan limbah pabrik ribuan ikan pada mati dan ini sudah berlangsung selama beberapa hari. Sehingga para Nelayan yang kesehariannya menghidupi keluarga hanya dengan mencari ikan sudah hampir seminggu tidak mendapat hasil akibat pencemaran air sungai Simangalam tersebut", ucapnya
"Kami berharap agar pihak DPRD Labura segera meninjau ke lapangan pencemaran yang airnya pun masih berbau busuk," imbuhnya.
Hasil investigasi media ini pada hari Senin (15/05/2023) dengan melalui kondisi jalan pinggiran rel kereta api yang cukup sulit dilalui menuju lokasi pencemaran sungai di alur sungai Pidong masih ditemui ratusan ikan mati yang berbau busuk begitu juga air sungai masih bau busuk dan berwarna hitam keruh.
Saat masalah pencemaran sungai ini dikonfirmasikan kepada salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Labura komisi B M. Nuh pada hari Senin (15/05) di ruangannya mengutarakan, "Kita sangat menyambut baik informasi ini dan akan menyampaikannya kepada Ketua DPRD."
"Kemungkinan kami akan mengakomodir keinginan warga dan segera turun ke lokasi bersama tim untuk menelusuri pencemaran lingkungan yang sangat berdampak buruk bagi warga pencari ikan di sana", sebut M. Nuh.