Kondisi Lawe Sigala-gala, Kutacane masih memprihatinkan akibat banjir bandang
Lawe Sigala-gala (utamanews.com)
Oleh: Ferry
Rabu, 12 Apr 2017 14:20
Tampak mobil terbawa arus banjir bandang beserta kayu-kayu besar, Rabu (12/4)
Kondisi sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara, provinsi NAD, yang dilanda banjir sejak semalam, Selasa (11/4), masih memprihatinkan.Informasi diterima dari Swangro Lumbanbatu, Koordinator Wilayah I PP GMKI, yang berada di lokasi terdampak bencana menyatakan bahwa hingga pukul 09.45 wib, pagi tadi, bantuan alat berat belum tiba di lokasi.
"Amatan di desa Kayun Mbelin, Lawe Tuagabungan, Lawe Tua Makmur, Lawe Tua Dua, Lawe Tua Tolu Kecamatan Lawe Sigala-Gala Kabupaten Aceh Tenggara, masih sangat memperhatinkan," ujar Swangro melalui pesan elektronik, Rabu (12/4).
Kemungkinan besar bantuan belum tiba akibat terkendala kodisi jalan yang total terhambat kayu besar, batu-batuan dan beberapa perkakas rumah warga. "Helikopter diharap lebih tepat untuk mengantar bantuan logistik, karena banyak warga saat ini masih belum dapat makan, apalagi yang terkena rumahnya," tambah Swangro.
Swangro berharap pemerintah Aceh Tenggara, Provinsi Aceh bisa kerja sama dengan Pemerintahan kabupaten terdekat yaitu Kabupaten Karo, Dairi Provinsi Sumatera Utara untuk mengirim alat berat.
"Karena banyak desa yang mendapat bencana, bahkan banyak juga titik banjir bandang belum diketahui," lanjutnya.
Amatannya, warga yang kehilangan anaknya karena terbawa arus banjir, bermarga Sitanggang tampak kerap merenung, walau sesekali disibukkan dengan membersihkan rumahnya.
Di desa Lawe Tua Makmur juga ada korban jiwa 1 orang, belum bisa dievakuasi karena tertimpa lumpur dan batu-batuan. Rumah, tempat ibadah, mobil, motor, alat rumah tangga serta tanaman warga banyak yang rusak parah.