Rabu, 20 Mei 2026

Kapolsek antar pelaku pengancaman dengan benda mirip pistol meminta maaf pada korban

Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Selasa, 13 Des 2022 20:23
Suasana saat Kapolsek mengantar pelaku meminta maaf ke rumah korban
Tangkapan Layar

Suasana saat Kapolsek mengantar pelaku meminta maaf ke rumah korban

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Pangkalan Berandan AKP Bram Chandra, terkesan merahasiakan kepemilikan benda menyerupai senjata api yang ditodongkan oknum supirnya berinisial HS kepada masyarakat.

Bahkan, saat dikonfirmasi melalui layanan pesan What'sApp, mantan Kanit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat ini terkesan tidak menggubris konfirmasi awak media.  

Tidak hanya itu, keterangan AKP Bram Chandra, dengan Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Luis Beltran, juga tidak selaras. Sebab Menurut Bram, dugaan pengancaman yang dilakukan supirnya tersebut masih dalam proses penyelidikan. 

"Masih sebagai terlapor dan proses penyelidikan," tulis Bram saat dikonfirmasi melalui What'sApp, Selasa (13/12). 
Pun begitu, Perwira Pertama Polisi ini juga mengirimkan dokumentasi terkait persoalan tersebut. Sebagai Kapolsek, ia mengaku sudah datang dan menemui korban yang berinisial ASS. 

Dalam rekaman video yang dilihat awak media, tampak AKP Bram Chandra bertemu dengan korban dan HS. 

"Tolong kamu (HS-red) minta maaf atas apa yang telah kamu lakukan," ucap AKP Bram dalam video tersebut. 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Luis Beltran, sebelumnya menyebutkan bahwa HS sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun dirinya tidak berkomentar lebih jauh mengenai ijin dan kepemilikan senjata jenis Air Softgun atau Senpi tersebut 
produk kecantikan untuk pria wanita

"Sudah diamankan untuk tersangkanya dan sedang proses penyidikan di Polsek Berandan," tegasnya. 

Diketahui, sebelumnya beredar video seorang pria berinisial HS (33) diinterogasi oleh supir Pick up karena telah menodongkan dan mengacungkan benda mirip senjata api jenis FN di Jalan Lintas Tanjung Pura-Gebang, Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, pada Senin (12/12) kemarin. 

Menurut iformasi yang berhasil dirangkum, korban berinisial ASS (32) ditodongkan senpi oleh HS karena persoalan sepele. 

iklan peninggi badan
Kejadian bermula saat HS yang mengendarai Sepeda Motor ingin mendahului mobil jenis Pick up pada Jum'at (9/12) lalu. 

Namun diduga karena terburu buru, Sepeda Motor HS mengebut dan memberi klakson secara beruntun saat berada di belakang mobil Pick up yang dikemudikan oleh 
 ASS. 

HS yang diketahui supir dari Kapolsek Pangkalan Berandan tersebut terlihat terburu buru karena hendak menuju Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura.

Pasalnya, HS mendengar kabar bahwa sang ibu meninggal dunia di Rumah Sakit milik Pemkab Langkat tersebut. 

Aksi klakson Sepeda Motor yang dilakukan HS ditengarai pemicu penodongan senpi kepada korban. Singkat cerita, klakson HS membuat ASS memepet Sepeda Motor supir Kapolsek tersebut. 

Keduanya pun terlibat cekcok mulut dan HS mengeluarkan air softgun menyerupai pistol senjata api hingga menodongkan ke ASS. Sementara, sang kapolsek mendapat informasi dari HS telah terjadi kecelakaan lalu lintas. 

Alhasil, Kapolsek dan anggota meluncur ke lokasi. Setiba di lokasi kejadian, HS kemudian dipersilahkan kapolsek ke RSUD Tanjung Pura untuk mengurus ibunya meninggal dunia. 

ASS juga tak tinggal diam. Korban kemudian membuat laporan ke Polsek Pangkalan Berandan atas tindakan pengancaman tersebut. 
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later