Sabtu, 05 Des 2020 09:55
KPU
KPU Binjai

Ini klarifikasi Ridwan Kamil terkait kerumunan di Megamendung, Bogor

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Kurniawan
Sabtu, 21 Nov 2020 09:21
Humas Jabar
Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memberikan klarifikasi selama tujuh jam kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait dugaan pelanggaran adanya pengumpulan massa yang berpotensi terjadinya penyebaran COVID-19 di Megamendung, Kabupaten Bogor. 

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- dimintai klarifikasi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar --selanjutnya ditulis Komite Kebijakan Jabar, serta Gubernur Jabar. 

Usai memberikan klarifikasi, Kang Emil menggelar jumpa pers. Dalam jumpa pers tersebut, ia mengatakan bahwa Provinsi Jabar merupakan daerah otonomi. Yang mana kewenangan teknis, seperti kegiatan masyarakat, berada di level bupati/wali kota. Sedangkan, hubungan provinsi dan kabupaten/kota bersifat koordinatif. 

"Jadi, secara moril, saya bertanggungjawab. Tapi, secara teknis ada di Satgas (Satuan Tugas) Kabupaten Bogor. Karena menurut Undang-Undang Otonomi Daerah, kegiatan lokal tidak perlu selalu dilaporkan ke gubernur, kecuali kegiatan provinsi atau lokasi kegiatan berada di perbatasan, misalnya Bogor-Cianjur," kata Kang Emil di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/11/20). 

Kang Emil juga meyakini, secara moril, semua urusan dan dinamika yang terjadi di Jabar adalah tanggungjawabnya sebagai gubernur. 


"Jika ada peristiwa di tanah Jabar yang kurang berkenan, saya menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dan tentunya akan memperbaiki," ucapnya. 

Menurut Kang Emil, pihaknya konsisten memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi diberikan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Penanggulangan COVID-19 di Daerah Provinsi Jawa Barat.

Hingga kini, kata Kang Emil, pihaknya mencatat ada sekitar 600 ribuan pelanggaran protokol kesehatan, baik yang dilakukan individu maupun lembaga. Semua pelanggar sudah dikenai sanksi sesuai dengan Pergub 60/2020. 

Oleh karena itu, Komite Kebijakan Jabar pun memberikan surat kepada Pemerintah Kabupaten Bogor terkait dugaan pelanggaran adanya pengumpulan massa yang berpotensi terjadinya penyebaran COVID-19 di Megamendung.

"Surat tertulis sedang dipersiapkan. Tapi juga secara kemanusiaan, saya turut menyampaikan rasa simpati karena Bupati Bogor sekarang sedang dirawat di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto) Jakarta setelah dinyatakan positif COVID-19," ucapnya. 

"Suasana kebatinan di Kabupaten Bogor sedang tidak baik. Jadi, aturan tetap ditegakkan, tapi kemanusiaan juga kita dahulukan," imbuhnya. 



Langkah Preventif Sudah Dilakukan

Kang Emil menjelaskan bahwa pihak keamanan, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, sampai Polri, sudah melakukan tindakan preventif dengan pendekatan persuasif humanis. 

"Jadi tindakan pencegahan itu sudah dilakukan sebelumnya. Kemudian saat kegiatan ada euforia dari masyarakat, bukan untuk mengikuti, tapi ingin melihat dan membuat situasi menjadi masif," ucapnya. 

"Pilihannya saat itu, karena massa sudah besar dan cenderung ada potensi gesekan, maka keputusan dari Kapolda Jabar saat itu yaitu pendekatan persuasif humanis," tambahnya. 

Selain itu, kata Kang Emil, pihaknya sudah melakukan rapid swab antigen kepada 559 warga di Megamendung. Hasilnya, 20 warga dinyatakan positif rapid swab antigen. 

Mereka yang dinyatakan positif rapid swab antigen langsung menjalani pengetesan metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR)

"Jadi, kesimpulannya kerumunan itu membahayakan," ucap Kang Emil.

Editor: Mario Abdillah

T#g:Rizieq
Berita Terkait
  • Minggu, 29 Nov 2020 02:29

    Masyarakat di Daerah Menolak Kunjungan Rizieq Shihab

    Rizieq Shihab tiba di Indonesia dan bersemangat untuk melakukan safari ceramah. Namun sayang niatnya ditolak mentah-mentah oleh banyak orang di berbagai kota. Mereka melarang sang Rizieq untuk bercera

  • Senin, 23 Nov 2020 18:23

    Kapuspen TNI: Penurunan Baliho HRS Oleh Pangdam Jaya Didukung Panglima TNI

    Panglima TNI tidak perlu mengeluarkan perintah untuk menurunkan baliho HRS karena kewenangan ada di Pangdam Jaya. Tentunya Panglima TNI mendukung langkah yang diambil Pangdam Jaya, karena yang tahu si

  • Sabtu, 21 Nov 2020 18:01

    Gelombang Penolakan Habib Rizieq Tiba di Palembang, Pemuda NKRI Jaga Sumatera Selatan 'Zero Conflict'

    Gelombang penolakan terhadap Habib Rizieq Shihab menjalar hingga ke Palembang, Sumatera Selatan. Seperti diberitakan sejumlah media online, gelombang unjuk rasa penolakan terhadap Habib Rizieq Shihab

  • Sabtu, 00 Sep 2019 03:09

    Rekonsiliasi tidak dapat dikaitkan dengan hukum tertentu

    Menanggapi rekonsiliasi yang dilakukan Prabowo dan Jokowi, kubu Prabowo meminta agar kepulangan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menjadi salah satu persyaratan rekonsiliasi. Selain itu ku

  • Selasa, 13 Agu 2019 03:13

    Habib Rizieq Serobot Doa Dalam Pemakaman Mbah Moen, Mau Cari Panggung?

    Pentolan FPI yang tak pulang- pulang, Habib Rizieq tampak hadir dalam pemakaman salah satu Ulama Kharismatik Asal Indonesia KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Al Ma'la Mekah. Dalam jagat media s

  • Selasa, 02 Apr 2019 08:02

    Dubes: Habib Rizieq Tebar Fitnah di Kota Suci!

    Agus Maftuh Abegebriel selaku Dubes RI untuk Arab Saudi menyesalkan pernyataan Habib Rizieq yang menyebut Menlu Retno Marsudi menggalang kemenangan untuk Capres 01 Jokowi, kepada staf KJRI Jeddah dan

  • Kamis, 29 Jun 2017 03:59

    Ini Prediksi Pengamat Intelejen Bila Rizieq Ditangkap

    Kasus hukum yang disandang oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab telah menimbulkan rumor dan pandangan serta prediksi sejumlah pengamat dan bahkan masyarakat awam.

  • Senin, 12 Jun 2017 05:12

    Tak gubris Eggi Sudjana, Polri lanjutkan penyidikan Kasus Obrolan Syur Rizieq-Firza

    Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa penyidik akan tetap melanjutkan proses penyidikan kasus dugaan percakapan mesum antara tokoh

  • Kamis, 08 Jun 2017 09:48

    Habib Rizieq Who Love the Homeland

    "Do not be Afraid to Fall, for who never climbs that never falls. Do not be afraid to fail, because that never fails is the people who never stepped. Do not fear wrong, because with the first mistake

  • Selasa, 06 Jun 2017 09:16

    Polisi Sebar Foto DPO Habib Rizieq Syihab Sampai ke Polsek, di Medan juga?

    Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan Habib Rizieq Syihab sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq'.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak