Hendak sweeping, massa Ormas Islam dihadang penduduk jalan Veteran Labuhan Deli
Medan Utara (utamanews.com)
Oleh: Dian
Minggu, 18 Jun 2017 20:28
Dok
Kapolres Belawan AKBP Yemi Mandagi SIK di tengah kerumunan massa Ormas Islam meminta supaya mereka membubarkan diri.
Seratusan massa dari Laskar Mazilah Deliserdang yang hendak melakukan sweeping mendapat perlawanan dari masyarakat di Jalan Veteran, Pasar 5, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, Minggu (18/6) siang sekira pukul 14.00 WIB.
Ratusan massa berpakaian putih serta berjubah berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat untuk merazia lokasi kafe dan pijat refleksi.
"Ini bulan suci ramadan, semua lokasi maksiat harus tutup. Jangan kotori bulan suci ini, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak orator menggunakan pengeras suara.
Massa yang dipimpin Ustad Darul tiba-tiba mendapat penghadangan dari masyarakat sekitar. Di lokasi jalan akses menuju Marelan, masyarakat mencoba melakukan penyerangan dengan melempar batu.
Akibatnya, Ormas Islam Mazilah dengan masyarakat saling serang. "Allahu Akbar, kami datang untuk membela Islam, hapuskan lokasi maksiat," teriak massa Ormas Islam yang mencoba melakukan penyerangan.
Suasana di lokasi menjadi mencekam, bentrokan antar keduanya dengan saling lempar mengundang kehadiran petugas dari Polres Pelabuhan Belawan, Polsek Medan Labuhan dan Brimobdasu.
Aparat keamanan yang dipimpin langsung Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi tiba di lokasi menengahi bentrokan yang terjadi, massa dari Mazilah kemudian mundur untuk berkumpul di Mesjid. Begitu juga, masyarakat yang menghadang Ormas Islam menahan diri.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, kami datang kemari untuk memantau lokasi maksiat, bukan untuk melakukan penyerangan. Kami kemari untuk Islam, Allahu Akbar," teriak massa.
Ratusan personel polisi dan gabungan Brimob berada di lokasi melakukan pengamanan. Suasana arus lalu lintas yang sempat macet ditertibkan.
Massa Mazilah yang telah tenang meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak lokasi maksiat yang telah merusak ibadah bulan suci ramadan.
Kapolres Belawan AKBP Yemi Mandagi SIK, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya menengahi terjadinya bentrokan antara massa yang datang dengan penduduk setempat.
"Kami arahkan mereka untuk membubarkan diri," ujar Kapolres Belawan, seraya berjanji akan menindak tegas apabila ditemui ada perjudian di lokasi tersebut.