Sabtu, 02 Mei 2026

Diduga Korban Bullying, Siswa SMKN 1 Binjai Nekat Minum BBM

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Kamis, 28 Agu 2025 16:52
Penanganan korban
 Istimewa

Penanganan korban

Seorang siswa SMK Negeri 1 Binjai berinisial AP, nekat meminum Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Kamis (28/8) sekira pukul 13.00 Wib.

Peristiwa tersebut terjadi di depan sebuah warung yang menjual BBM eceran jenis pertalite, tidak jauh dari SMK Negeri 1 Binjai, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota,


Sementara itu, dugaan awal siswa ini melakukan tindakan nekat akibat tekanan emosional dari bullying yang dialaminya di sekolah.
Hal tersebut diakui seorang pedagang yang menjadi saksi mata saat menceritakan kejadian tersebut.

"Dia datang dari arah sekolah sendiri, terlihat terburu-buru, lalu menanyakan ada bensin sedikit tidak. Saya tanya untuk apa, dia diam dan langsung mengambil setengah liter Pertalite seharga Rp 6.000, lalu meminumnya. Saya langsung menahan," ungkap saksi, sembari menanyakan apa penyebab ia nekat meminum pertalite.

Saksi menambahkan bahwa korban sempat meinterogasi kenapa korban melakukan perbuatan nekat itu. 

"Pas kutanya kenapa meminum bensi itu? Dia jawab kalau dirinya di-bully sama kawan sekolah,” kata saksi menirukan ucapan korban. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Tidak lama setelah itu, sambung saksi, guru SMK N 1 Binjai datang dan membawa AP ke RSU Artha Medica untuk mendapatkan pertolongan medis.

Beberapa pihak menduga tindakan AP tidak hanya karena bullying. Salah satu guru mengatakan korban kemungkinan mengalami kekecewaan percintaan.

Tekanan psikologis akibat putus cinta diperkirakan turut memicu aksi nekatnya.

iklan peninggi badan
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Binjai, Safaruddin, saat dikonfirmasi awak media belum berkomentar banyak terkait hal itu. 

 "Pihak sekolah sedang menghubungi keluarga korban," katanya. 

Safaruddin juga mengatakan jika korban merupakan siswa pindahan dari sekolah lain. "Kami masih belum tahu soalnya AP masih baru, dia siswa pindahan," sambung Safaruddin.  

Ketika ditanya tentang bagaimana siswa bisa keluar pada jam sekolah karena tersiar kabar disaat jam sekolah para siswa dilarang keluar, Safaruddin menjelaskan alasannya. 

"Biasanya disini murid mengambil ‘bontot’ dari orang tuanya," jelasnya seakan menutupin bobroknya pengawasan sekolah.

Pantauan awak media, AP masih menjalani perawatan di UGD RSU Artha Medica. Pihak rumah sakit memastikan tindakan medis dilakukan untuk menstabilkan kondisi korban.

Sementara itu, pihak keluarga terus mendampingi proses pemulihan AP.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️