Sabtu, 02 Mei 2026

Dennis Laporkan Dugaan Korupsi Proyek LPJU Tenaga Surya Tahun 2019-2020

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Jumat, 29 Des 2023 18:39
Dennis Simalango menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi dana desa di Kabupaten Tapteng ke Kantor Kejari Sibolga.
 Istimewa

Dennis Simalango menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi dana desa di Kabupaten Tapteng ke Kantor Kejari Sibolga.

Aktivis pemuda, Dennis Simalango melaporkan kasus dugaan korupsi dana desa di Kabupaten Tapanuli Tengah, ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, Jumat (29/12/2023).

Dennis Simalango mengungkap, laporan tersebut terkait dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang, sehingga diduga terjadi mark-up pada pengadaan barang dan jasa pembangunan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019 dan 2020 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Ada beberapa orang yang kita laporkan. Di antaranya, oknum Plt Kadis PMD Tapteng, PPK-nya, KPA-nya, dan para kepala desa,” kata Dennis Simalango dalam konferensi pers, usai memasukkan berkas laporan di Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, Jam 15:00 Wib.

Menurut Dennis Simalango, total hasil dugaan mark-up untuk proyek pembangunan LPJU Tenaga Surya di 155 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 miliar lebih. 
“Perkiraan angka tersebut menurut perhitungan kita dari poin-poin sebagaimana yang kita lampirkan pada berkas laporan ke Kejari Sibolga,” kata Aktivis pemuda.

Beberapa poin tersebut, di antaranya, biaya pekerjaan sipil, biaya pekerjaan instalasi, biaya transportasi, biaya tenaga ahli, pengadaan lampu led, pengadaan solar panel. 

Kemudian pengadaan tiang lampu, pengadaan baterai, pengadaan kabel dan aksesoris, pengadaan panel box, serta biaya pengiriman ke lokasi.

Dennis Simalango menjelaskan, rerata anggaran untuk proyek pembangunan LPJU Tenaga Surya tersebut diduga mencapai Rp 123 juta per desa.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Per desa itu ada yang dianggarkan 7 unit, bahkan ada juga yang 10 unit. Tetapi di lapangan, ketika kita cek, ada yang tidak sampai 7 unit,” kata Dennis Simalango.

Dia menambahkan, yang dilaporkan pihaknya tersebut adalah dugaan mark-up anggaran. Dan hali tu belum termasud tentang kuantitas atau jumlah yang sebenarnya di lapangan.

“Tetapi dari segi anggaran, kita menilai dan menduga ini sudah sangat menyalahi,” ungkap Dennis Simalango.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️