Puluhan warga yang tinggal di Jalan Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, melakukan aksi penolakan terhadap jenazah terduga teroris Ardial Ramadhana, Rabu (28/6).Ardial bersama Syawaluddin Pakpahan adalah pelaku pembunuhan terhadap Ipda Anumerta Martua Sigalingging pada dinihari menjelang Sholat Ied 1438 H, Minggu (25/6).
Salah satu warga yang ikut menyampaikan penolakan ini adalah bilal mayat setempat, Pangihutan Nainggolan, 66 tahun, warga Jalan Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur.
Ia menolak kedatangan Ardial Ramadhana, karena diduga merupakan jaringan teroris ISIS. Pangihutan menegaskan pada masyarakat bahwa perbuatan teror tidak dapat diterima oleh umat muslim.
"Saya selaku Bilal di desa ini, menegaskan tidak akan menshalatkan jenazah teroris. Apapun ceritanya, jenazah itu harus dibawa pergi dari kampung ini," tegasnya.
Pangihutan menambahkan, mereka tidak mau Desa Sambirejo ditandai oleh masyarakat luas sebagai sarang teroris.
"Desa ini dihuni oleh umat muslim yang mempedomani Islam Rahmatan Lilalamin," ungkapnya.
Amatan UTAMANEWS, penolakan warga ini dilaksanakan juga dengan memblokir akses masuk ke gang Dahlia, tempat orang tua teroris itu bermukim.