Aksi penembakan brutal di rumah sakit, seorang dokter tewas, 6 luka
New York (utamanews.com)
Oleh: Tommy
Sabtu, 01 Jul 2017 17:21
Reuters
Lokasi penembakan di rumah sakit di New York, mengakibatkan seorang dokter tewas.
Rumah sakit Bronx-Lebanon Hospital Center, di New York, dilanda serangan brutal. Seorang pria melepas tembakan secara membabi-buta mengakibatkan seorang dokter terbunuh dan enam orang lainnya cidera, sebelum si pelaku akhirnya bunuh diri, Jumat (30/6).
Pejabat kepolisian setempat menyatakan bahwa pelaku adalah mantan dokter yang kehilangan pekerjaan di rumah sakit tersebut.
"Pelaku memakai jas lab warna putih, berjalan ke lantai dua kemudian berusaha menyulut api untuk membakar diri sebelum akhirnya polisi menemukan tubuhnya tergeletak dengan luka tembak," kata Komisaris Polisi James O'Neill, Sabtu, (1/7/2017).
Walikota, Bill de Blasio mengatakan bahwa penembakan tersebut sepertinya berhubungan dengan "persoalan di tempat kerja" dan bukan aksi terorisme.
"Seorang dokter meninggal dan beberapa dokter lainnya sedang bertaruh nyawa akibat luka yang mereka alami. Situasi mencekam terjadi di tempat yang biasanya menjadi tujuan orang untuk mendapat perawatan dan kenyamanan. Pria itu membawa senjata api yang bisa membunuh," katanya.
Pejabat berwenang itu menjelaskan bahwa pria bersenjata itu bekas karyawan di rumah sakit tersebut. Baik polisi maupun sang mayor belum mengungkapkan jati diri pelaku dan para korban.
Harian New York Times dan New York Daily News melaporkan keterangan dari sumber yang tidak disebut namanya bahwa Bello mengundurkan diri dari rumah sakit untuk menghindari pemecatan akibat tindak pelecehan seksual.
Kepala Bronx Borough, Ruben Diaz dalam wawancara dengan WABC News menyebut pelaku sebagai Dr. Henry Bello yang telah dipecat dari rumah sakit, sementara media lain menyebut Bello berusia 45 tahun.
Bello menerima izin terbatas untuk bisa praktek seagai dokter internasional, tetapi izin tersebut sudah mati tahun lalu. Disebutkan bahwa Bello juga memiliki izin sebagai teknisi farmasi dari California dan pernah bekerja di rumah sakit tetapi keluar pada 2015.
"Pria asal Nigeria itu memperoleh gelar dokter dari Universitas Ross di kepulaian Karibia, Dominika, kemudian bekerja sebagai teknisi farmasi di Metropolitan Hospital Center di Manhattan pada 2012," kata Davids Wims, seorang pengacara yang mewakili Bello dalam pengajuan klaim asuransi setelah berhenti bekerja dari rumah sakit.
Dalam wawancara melalui telepon, Wims mengatakan kepada Reuters bahwa Bello terluka setelah dipecat kemudian pergi dan tidak pernah kembali.