Tiga bulan terakhir ini, terhitung sudah dua kali tindak kekerasan terhadap para jurnalis dilakukan oleh sejumlah oknum di jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Sumut.Peristiwa tak terpuji pertama terjadi pada Selasa, (14/3/2017) lalu di gerbang keluar Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan. Saat itu, beberapa jurnalis yang baru saja pulang meliput dianiaya oleh dua oknum Satpol PP Pemprov Sumut bernama Awaludin dan rekan-rekannya.
Aksi penganiayaan ini menyebabkan para jurnalis tersebut terluka di bagian kepala dan lengan. Alhasil, puluhan jurnalis dari berbagai media massa di Medan pun menggelar aksi solidaritas di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumut keesokan harinya.
Tak lama setelah peristiwa itu terjadi, hari ini, Senin (22/5/2017), ulah serupa kembali dilakukan oleh oknum Satpol PP bernama Zaini Nasution dan Zulkarnain Lubis.
Kali ini peristiwa itu terjadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman No.41, saat acara jamuan makan siang dua pasangan kepala daerah yang baru dilantik, Baktiar Ahmad Sibarani-Darwin Sitompul (Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah) dan Umar Zunaidi Hasibuan-Oki Doni Siregar (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebingtinggi).
Dua oknum Satpol PP Pemprov Sumut tersebut berulah dengan melakukan tindak arogansi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang meliput.
Kedua oknum tersebut mendorong dan menyikut jurnalis yang hendak mengambil foto saat Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Baktiar Ahmad Sibarani-Darwin Sitompul, Bupati Serdang Bedagai Soekirman dan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung, joget bersama.
Meski jurnalis yang bersangkutan telah menunjukkan identitasnya, kedua oknum Satpol PP tersebut justru menaikkan nada suaranya kepada para jurnalis.
Bahkan, kedua Satpol PP tersebut menantang dan menyebut tidak takut kepada atasan mereka. Oknum Satpol PP lainnya pun turut menarik jurnalis.
"Kau lapor saja sana," ujar mereka.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Pemprov Sumut Asren Nasution mengaku tidak berada di kantornya karena sedang menghadiri acara di Kota Binjai.
Asren menyebut tidak ada larangan bagi jurnalis untuk meliput acara di Rumah Dinas Gubernur Sumut saat ini. Ia pun berjanji akan menindak bawahannya yang berulah tersebut.
"Silakan saja diliput acaranya. Saya segera kontak Humas. Silakan, tidak ada larangan, no problem. Catat nama yang melarang itu," katanya melalui sambungan telepon.