Fandy Ahmad, mahasiswa asal Rantau Prapat yang sedang menempuh pendidikannya di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Metrologi dan Instrumentasi merupakan pemuda yang memiliki jiwa dan kepedulian pada kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.Di usianya yang terbilang masih muda yaitu 24 tahun, Fandy dipercayai sebagai Manager di salah satu Coffee Shop di Medan yaitu di Cafe Minum Kopi. Ia dipercayai untuk menjadi Manager Cafe karena keseriusannya dalam menekuni bidangnya yaitu membuat kopi yang juga dilatarbelakangi keinginan mensejahterakan petani.
Jiwa kreatif sudah ditanam dalam diri Fandy sejak lama, walaupun sudah menjadi Manager tidak membuat Fandy tinggi hati.
Berawal dari Fandy yang belajar secara otodidak dalam menyeduh kopi, hingga akhirnya ia lihai dalam membuat kopi yang memiliki kreasi dalam kopinya tersebut.
Selain bisa membuat kopi, Fandy bisa menciptakan suatu hal yang membuat orang tidak menyangka akan keahliannya. Hal yang Fandy ciptakan adalah mendesain sebuah Cafe dengan hasil tangannya sendiri. Fandy mampu membuat kursi, meja, rak buku dan hiasan cafe lainnya yang bernilai kreativitas tinggi.
Keterbatasan waktu antara kuliah dan usahanya tidak membuat Fandy putus asa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah ditekuninya. Sebelum menjadi Manager Cafe, Fandy kemana-mana membawa peralatan seduh kopi manualnya, mulai dari biji kopi yang sudah dipanggang, gilingan biji kopi, filter, timbangan, gelas dan lainnya.
Sebelumnya Fandy selalu menyisihkan uang jajannya utnuk membeli biji kopi. Hal tersebut tidak membuat Fandy malu, justru mendapat banyak dukungan dan akhirnya diwadahi oleh Koperasi Serikat Petani Indonesia.
Kegigihan dan juga kerja kerasnya membuat Fandy semakin serius untuk meningkatkan Cafe Minum Kopi dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal untuk memutus mata rantai distribusi yang dikuasai tengkulak nakal.
Hingga saat ini Fandy pernah menjadi Pembicara di SYFM dengan tema Peran Pemuda tentang Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani pada Maret 2018, menjadi Pembicara pada diskusi "Penyelesaian Konflik Agraria di Sumatera Utara" dengan Serikat Petani Indonesia ( SPI ), membuka pelatihan dan menjadi pemateri dalam kelas menyeduh kopi di awal tahun 2018, bergabung di Serikat Petani Indonesia, dan juga bergabung di SYFM (Sumatra Youth Food Movement).
Kemandirian Fandy juga sangat menginspirasi banyak orang karena di usianya yang muda ini, ia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa membebani kedua orang tuanya lagi. Walaupun pada awalnya, kedua orang tua Fandy terutama ayahnya, menentang usaha Fandy karena orang tuanya ingin Fandy menyelesaikan kuliahnya dahulu, namun Fandy yakin atas keputusannya yaitu kuliah sambil membangun usahanya dan akhirnya sekarang orang tua Fandy mendukung usaha Fandy karena kerja keras dan pantang menyerah.
Orang tua Fandy justru menyuruh Fandy untuk membuka Cafe sendiri di kampung halamannya dengan bantuan biaya dari orang tuanya, tetapi Fandy menolak hal tersebut karena bagi Fandy usaha yang saat ini ia jalankan sangatlah berharga buatnya, karena usaha ini ia bangun bersama dengan rekan-rekannya.