Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Ia menilai, kepercayaan adalah fondasi utama agar masyarakat mau menyimpan uangnya di bank.
Menurut Bobby, kehadiran kantor perwakilan LPS di Medan diharapkan mampu mendekatkan layanan kepada masyarakat. Dengan begitu, nasabah akan merasa lebih aman dan terlindungi saat menyimpan dana mereka di perbankan.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri pengukuhan Kepala Kantor LPS I Medan. Acara tersebut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, pada Senin (4/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Bobby menekankan bahwa tugas LPS tidak hanya terbatas pada penjaminan simpanan saat bank mengalami kegagalan. Lebih dari itu, LPS juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Tugas LPS bukan hanya soal teknis penjaminan saat ada bank yang tidak sanggup lagi, tapi bagaimana memperkenalkan diri melalui program-program yang edukatif. Masyarakat harus tahu bahwa uang mereka aman karena ada LPS yang menjamin,” ujar Bobby Nasution.
Ia juga menambahkan bahwa menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Sumut bukanlah tugas satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak untuk mencapainya.
Bobby menekankan pentingnya kolaborasi antara LPS dengan 33 kabupaten/kota di Sumut. Selain itu, sinergi juga perlu dilakukan dengan berbagai instansi terkait dengan tetap memperhatikan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam industri keuangan. Tanpa kepercayaan, sistem keuangan tidak akan berjalan dengan baik.
Ia mengibaratkan likuiditas sebagai darah dalam tubuh, sedangkan kepercayaan adalah jantung yang memompanya. Analogi ini menggambarkan betapa pentingnya kepercayaan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
“LPS hadir lebih dekat dan aktif membangun kepercayaan masyarakat. Secara nasional, 99,9% rekening perbankan atau sekitar 677 juta rekening telah terlindungi oleh LPS. Di Sumut sendiri, cakupannya juga mencapai 99,9% dari total 28,78 juta rekening,” papar Farid.
Farid juga menjelaskan bahwa Sumut memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2025, kontribusi ekonomi Sumut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 5,19%, tertinggi di Pulau Sumatera.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumut hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp340,68 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya potensi dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan di daerah tersebut.
Kepada Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan yang baru, Jimmy Ardianto, Farid berpesan agar menjadikan sinergi sebagai landasan utama dalam bekerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sektor perbankan.
Farid juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai syarat penjaminan simpanan. Selain itu, ia menekankan perlunya memahami dinamika wilayah Sumatera yang luas serta menjaga kualitas pelayanan di tengah pesatnya perkembangan era digital.