Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Dinaker Perindag) Kota Binjai, Hamdani Hasibuan, akan segera berkordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Binjai, terkait merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak milik warga.
Hal itu ditegaskan Hamdani Hasibuan, saat dikonfirmasi awak media terkait upaya Disnaker Perindag Kota Binjai dalam mengantisipasi beredarnya daging Sapi yang terinfeksi di Pasaran.
"Kita memang belum ada berkordinasi dengan Dinas Ketapang. Begitupun kita siap berkordinasi bila memang sangat diperlukan," ungkap Hamdani Hasibuan, saat dikonfirmasi awak media di Kantor Pemko Binjai, Jumat (20/5).
Sebab berdasarkan hasil rapat yang saya dengar, lanjut Hamdani, Dinas Ketapang tidak akan menjual hewan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku.
"Untuk pengawasannya kan ranah mereka (Dinas Ketapang-red) termasuk Rumah Potong Hewan, karena disana pastinya kan sudah ada dokter hewan," urai Hamdani diakhir ucapannya.
Diketahui, dari 5.755 ekor Sapi potong di Kota Binjai yang masuk dalam data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Kota Binjai, sebanyak 25 ekor terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Namun dari 25 ekor Sapi yang terjangkit PMK tersebut, 17 ekor Sapi sudah berhasil disembuhkan dengan dilakukan penyuntikan anti biotik.
"Sebelumnya berdasarkan data yang ada dengan kami hingga saat ini, ada 25 ekor Sapi dari 6 peternak yang terjangkit PMK. Namun 17 ekor dari 3 peternak sudah berhasil kami tangani dan sembuh. Sementara sisanya yang 8 ekor masih dalam proses penyembuhan," ungkap Kepala Dinas Ketapang Kota Binjai, Ralasen Ginting, saat dikonfirmasi awak media diruangannya yang beralamat di Jalan Jambi, Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (18/5) sore.
Adapun penyebab munculnya PMK pada hewan ternak menurut Ralasen Ginting adalah Virus Aphtovirus dari famili Picornaviridae. "Ada 7 setotipe virus, yaitu O, A, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3 dan ASIA 1. Sebelumnya pada tahun 1983 juga virus seperti ini di Indonesia yaitu Serotipe O," urai Ralasen Ginting.
Sedangkan untuk hewan ternak yang bisa terjangkit PMK adalah Sapi, Kerbau, Kambing, Domba, Rusa, Babi, Unta dan beberapa hewan liar. Namun Secara percobaan virus PMK dapat menginfeksi hewan lainnya seperti Kelinci, Marmut, Tikus dan Hamster.