Perahu nelayan di Tanjung Tiram tampak banyak bersandar.
Nasib nelayan kecil di wilayah perairan Kabupaten Batubara semakin terpuruk. Pasalnya, angin kencang melanda wilayah tersebut sehingga membuat para nelayan kecil ini tidak dapat melaut.
Pantauan Wartawan, Kamis (7/12), di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, tampak beberapa perahu milik nelayan hanya tersandar di perairan tersebut. Sejumlah nelayan terlihat mengisi waktu luang mereka dengan memperbaiki jaring dan perahu mereka.
Salahsatu nelayan setempat, Erik (38), mengakui tidak bisa melaut untuk mencari ikan karena tingginya gelombang air laut dan angin kencang tersebut sudah terjadi seminggu belakangan ini, hal tersebut membuatnya menjadi kehilangan penghasilan dari melaut.
"Udah seminggu hari ini terjadi angin kencang, jadi gak bisa melaut, terpaksalah harus nganggur dulu, kalau dipaksakan nanti takutnya diterjang ombak pula di tengah laut," ujarnya.
Erik juga menjelaskan, dalam kondisi seperti ini ikan juga sulit didapatkan. Akibatnya, hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.
"Kalau angin kencang, jaring payah ditebar, lagian pun percuma melaut sebab ikan pun payah didapat, disamping itu resikonya pun besar," tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Cecep (40), karena tidak dapat melaut, beliau harus beralih profesi demi mencukupi kebutuhannya.
"Kalau udah gak bisa melaut terpaksalah kerja serabutan gini, yang penting keluarga masih bisa makan," ujarnya.