Keberanian Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Djarot Saeful Hidayat, untuk memenuhi undangan resmi pemilik hajatan Haul Supersemar diapresiasi netizen tanah air. Sampai menjelang pukul 10 pagi ini, Senin (13/3), tagar #DjarotBernyali masih di posisi teratas Twitter trending topics.
Seperti diketahui Djarot diundang secara resmi oleh keluarga besar Soeharto, namun dihalang-halangi untuk masuk ke masjid At-Tin dan bahkan akhirnya dipaksa untuk meninggalkan masjid tersebut oleh para pria berbusana Islami. Berikut kronologis kejadian seperti yang dilaporkan oleh Pos Kota
“Setelah mendapatkan penolakan saat masuk ke Masjid At-Tin, Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Djarot Saeful Hidayat, meninggalkan masjid dengan dikawal ketat aparat Kepolisian.
Belum diketahui pasti alasan Djarot meninggalkan masjid, tapi dari informasi yang dihimpun ia terpaksa pergi karena masih mendapat penolakan dari sejumlah jamaah yang menyuruh pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini untuk meninggalkan masjid.
Yang disayangkan adalah awak media juga dilarang mengambil gambar, bahkan hasil rekaman video dan foto pewarta yang merekam detik-detik Djarot meninggalkan Masjid At-Tin disuruh hapus belasan orang.
“Woii jangan direkam, mati’in nggak hapenya, hapus tuh video sama foto,” ujar orang-orang tersebut kepada seluruh awak media termasuk wartawan poskotanews, Sabtu, (11/3/2017).
Dari pantauan poskotanews, Djarot sempat masuk masjid pukul 18.08 dan sempat ditahan di depan pintu VIP karena ditolak sebagian jamaah, namun setelah menunjukan undangan dirinya diperkenankan masuk.
Rupanya kedatangan Djarot masih menjadi perdebatan meskipun telah menunjukkan bukti bahwa dirinya datang atas undangan dari keluarga besar mantan Presiden RI kedua, Soeharto.
Lantas Djarot terpaksa keluar agar tidak terjadi keributan. Ia pun meninggalkan masjid pada Pukul 20.47 wib, dengan pengawalan ketat kepolisian.
Mulai pintu keluar hingga masuk mobil Djarot terus mendapat teriakan yang menyuruhnya pergi dengan alasan bahwa dirinya tidak pantas berada di masjid bahkan kerumunan jamaah terus merangsek ke barisan keamanan sembari melontarkan kata-kata yang kurang pantas.
Bahkan, mobil kepolisian yang digunakan untuk mengamankan Djarot beberapa kali mendapatkan lemparan botol air mineral.
Ketegangan reda setelah mobil yang membawa Djarot meninggalkan lokasi masjid. Sementara acara dzikir dan shalawat dalam rangka Haul Supersemar terus berlangsung.
Tak lama berselang kepergian Djarot, calon Wakil Gubernur DKI Jakart nomor urut 3, Sandiaga Uno terlihat baru mendatangi Masjid At-Tin. Sebelumnya, selain dari pihak keluarga besar cendana yakni keluarga Soeharto yang sudah datang, terlihat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil DPR RI Fadli Zon, Ustad Arifin Ilham, Ustad Aa Gym, dan Calon Gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan, juga sudah mendatangi Masjid At-Tin.
Sedangkan Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, hingga Pukul 21.18 belum terlihat mendatangi Masjid At-Tin.