Warga Resah Jalan di Kota Doloksanggul Rusak Tak Kunjung Diperbaiki
Doloksanggul (utamanews)
Kamis, 25 Apr 2013 09:42
Jalan berlobang di persimpangan jalan Veteran dari arah Jalan Merdeka Doloksanggul" src="https://utamanews.com/photo/dir042013/UtamaNews_24042013052.jpg" class="p-0 img-fluid w-100" style="object-fit: cover;" loading="lazy" title="Jalan berlobang di persimpangan jalan Veteran dari arah Jalan Merdeka Doloksanggul">
syahroni abdillah
Jalan berlobang di persimpangan jalan Veteran dari arah Jalan Merdeka Doloksanggul
Kondisi kota Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan setelah dibangun pelebaran jalan baru- baru ini terlihat menambah tata ruang kota semakin rapi namun menjadi janggal karena persimpangan tepat di pusat kota menuju jalan Veteran dari arah Jalan Merdeka Doloksanggul rusak dan sudah hampir 6 bulan dibiarkan, tidak diperbaiki.
Demikian dikatakan warga Doloksanggul Adolf Bastian Simamora Rabu (24/4). Lanjutnya, kondisi simpang jalan Veteran saat ini sangat membahayakan bagi pengendara yang tidak mengetahui lubang di jalan tersebut, sebab posisinya tepat di persimpangan jalan. “Tak jarang kendaraan roda dua melakukan rem mendadak ketika mau masuk jalan veteran, karena lubang di jalan dan tulangan beton yang diangkat ke atas menjadi seperti pagar,”.
Bersamaan, seorang penjaga loket bus antar lintas provinsi B. Manullang (45) turut mengutarakan, tak jarang penumpang dari luar daerah memuji kondisi jalan di Kota Doloksanggul cukup rapi, namun menjadi buruk akibat kondisi simpang jalan Veteran yang berlubang dan seperti diberi pagar besi.
Informasi dari warga, pemilik warung tepat di persimpangan tersebut, namanya enggan disebut mengatakan, rusaknya jalan sudah terjadi sejak November 2012, namun belum mendapat perhatian dari pihak pemerintah. Sementara Bastian menambahkan, "mungkin simpang tersebut kurang perhatian karena belum memakan korban jiwa, tapi benar, jika karena lubang ini sering mobil dan sepeda motor melakukan rem mendadak ketika hendak masuk ke Jalan Veteran, “ Pemerintah seharusnya punya kebijakan sebelum simpang itu memakan jiwa, paling tidak dibuat rambu supaya pengendara mengetahui. (Syahroni)