Tiga puluh satu tahun sudah PTPN-II Persero berkiprah di Kabupaten Keerom Arso Papua, banyak keberhasilan yang telah diraihnya dalam pengelolaan sektor Perkebunan, bagi masyarakat disana lebih mengenal dengan Petani Kelapa Sawit tersohor dengan Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Anak Medan yang ditugaskan di negeri Koteka itu tetap menjalankan perintah sejak tahun 1982 lalu, pengelolaan lahan 50.000 Ha saat Pemerintahan Gubernur Alm. Izak Hindom mengabulkan serta memberikan persetujuan lokasi dan pelepasan tanah adat untuk dijadikan Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Workwana Kecamatan Arso Kabupaten Jaya Pura No. 143/GJ/183 tanggal 23 Mei 1983, kedekatannya dengan masyarakat Papua diberi gelar Dobol Lof, karena kejuangannya sangat dihargai penduduk setempat disana.
Kepergian anak Medan Timbul Sihombing (52) ke negeri koteka merupakan panggilan tugas yang diamanahkan kepadanya oleh Direktur Utama kala itu Bapak Sidadolok, Anak Medan yang ikut bergabung dengan Serikat Pekerja Merdeka itu, terus melanjutkan amanah perusahaan yang dibawanya, berdiri digaris terdepan, berjejer digaris batas NKRI dengan PNG yang kerap mengalami ancaman pembunuhan, tak luput penganiayaan, tembak serta panah, akan tetapi anak medan berjiwa medan yang bergabung dengan SP Merdeka tetap maju terus, pantang mundur itulah hal yang sering dialami pekerja perkebunan sebagai Karyawan PTPN2 Kebun Arso.
Dibebernya, pada Senin pagi pukul 06.00 WIT waktu setempat, tepatnya tanggal 18/12-1989 lalu, di Km 31 sebagai tempat kejadian penembakan yang menelan korban jiwa 4 orang meninggal dunia, 2 staff PTPN 2 antara lain Alm. Prnoto dan Alm. Pak Tarigan serta 2 orang pekerja asal Arso juga turut tewas dalam insiden penembakan itu, langsung aku dibawa ke RSUD Jayapura dan dirawat selama 3 bulan lamanya serta dirawat juga aku di RSGL Tobing Tanjung Morawa kurang lebih 1 bulan, ucapnya.
Selama terbaring sakit di RSUD Jayapura, masih ada juga pejabat Pemda setempat yang peduli menjenguk, pernah di besuk Anggota DPRD Tingkat I Jayapura, pernah jugak Bapak Gubernur dan terakhir Bapak Bupati. Sementara, di rawat di RSGL Tobing Tanjung Morawa, "tak satupun pejabat teras PTPN 2 ini nengok aku, sakit kali rasa hatiku ini".
Kubela Perusahaan PTPN 2, tapi sampai hari ini hak-hak ku yang wajib kuterima belum juga kudapat, yang lebih parahnya lagi lanjutnya, peluru-peluru itu masih bersarang di badanku sambil menunjukkan lubang di leher kirinya, seperti kawan-kawanku yang masih hiduppun udah pula dinaikkan jadi staff setingkat Karyawan Pimpinanlah kalo sekarang ini, juga dah dibayar pula hak-hak nya semua, sementara aku yang samanya kami kok tak dikasi apa-apa, boro-boro pangkat staff Jaminan Kecelakaan dalam masa kerja aja tak terbayarkan, ucapnya.
Diakuinya, seluruh hak-haknya belum terbayarkan dalam kurun waktu hampir 30 tahun belakangan ini, bergabungnya saya dengan Serikat Pekerja Merdeka Pusat yang ada di Tanjung Morawa akan lebih memperhatikan lagi perihal hak dan kepentingan karyawan, karena saya percaya betul Bung Josem tidak akan main-main dalam memperjuangkan apa yang menjadi keluh kesah para pekerja Perkebunan, ucapnya.
"Saya datang jauh-jauh dari tanah Papua Kebun Arso juga dihadiri pengurus Cabang SPM Kebun Prafi dan PKS Arso, karena model perjuangan SPM ini terasa pada kami, makanya orang-orang Papua sendiri suka, dan cinta sama yang namanya SP Merdeka, sampai berebut mereka untuk menjadi Anggota SPM di Papua".
Dia berharap, adanya Konferensi kali ini, yang banyak membicarakan Negeri Papua berikut SDM yang ada agar dapat diberdayakan secara maksimal untuk diberi kesempatan menjadi pemimpin di negerinya sendiri, harapnya.
Sementara itu, Josem Ginting SH, dalam pidato singkatnya jelang penutupan Konferensi juga menuturkan, "Hal ini adalah contoh nyata bagi kaum pekerja yang teraniaya, sepantasnyalah hari jadi ke 14 ini dapat dijadikan terobosan keadilan segera dituntaskan layaknya aturan dan peraturan yang ada di Perusahaan kita ini, dan jangan lupa juga untuk hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan tidak ada gigi atrek, sambung Josem disambut ratusan tepuk tangan peserta Konferensi. (Tm)