Puluhan buruh harian lepas (BHL) PTP Nusantara IV Kebun Pabatu melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Manager Kebun Pabatu, di Desa Kedai Damar, Kec. Tebing Tinggi, Kab. Serdang Bedagai, Senin (14/1).
Unjuk rasa spontanitas yang tidak diketahui pihak Polresta Tebing Tinggi itu langsung dihadang oleh puluhan petugas pengamanan kebun.
Puluhan BHL asal afdeling 1 s/d 7 Kebunan Pabatu tersebut menuntut agar pengumuman penerimaan karyawan yang baru dilaksanakan pihak perusahaan supaya dibatalkan, karena menurut mereka hasil pengumuman tidak sesuai dengan syarat penerimaan dan penuh rekayasa serta kolusi dan nepotisme.
Menurut Suryani, salah seorang warga yang turut melakukan unjuk rasa mengatakan, dirinya ikut berunjuk rasa karena suaminya yang sudah lama menjadi BHL Kebun Pabatu dan sudah dianggap layak menjadi karyawan tetapi tidak lulus, bahkan ia mengaku, suaminya saat ini hampir gila karena tidak lulus, maka ia memberanikan diri untuk ikut berunjuk rasa.
"Gara-gara tidak lulus jadi karyawan, suamiku hampir gila, padahal selama ini, tidak jarang saya harus membantu pekerjaan suami saya sebagai BHL tukang dodos, agar bisa menjadi karyawan, tapi sampai saat ini hanya janji yang ada, bahkan saat pengumuman malah orang yang baru jadi BHL pula yang diluluskan, makanya saya nekat ikut unjuk rasa”, cetusnya.
Sejumlah perwakilan BHL yang sempat masuk ke kantor Manager PTPN IV Kebun Pabatu hanya diterima oleh Papam Kebun. Zulkarnain selaku Papam disana mengatakan kalau Manager Kebun Pabatu tidak berada ditempat, "Pak Manager sedang pulang kampung. Lain kali saja kemari lagi. Beliau yang berkompeten menjawab aspirasi bapak-bapak", ujar Zulkarnain.
Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan, akhirnya perwakilan pengunjuk rasa keluar dan tidak mau melanjutkan pertemuan dengan sejumlah karyawan dan Papam PTPN IV Kebun Pabatu, bila manager tidak bisa dijumpai.
Puluhan buruh tersebut akhirnya membubarkan diri dan rencananya akan kembali melakukan unjuk rasa dengan membawa massa yang lebih banyak.
Saat dikonfirmasi, Suheri selaku Humas PTPN IV Kebun Pabatu juga tidak bisa memberikan keterangan seputar proses seleksi penerimaan karyawan yang dituding puluhan BHL itu sarat dengan kolusi dan nepotisme, "saya tidak bisa menjawabnya, soalnya semua yang menyeleksi calon karyawan itu adalah Kandir Pusat di Medan", ujarnya yang ketika dikonfirmasi mengaku sedang rapat di PTPN IV Perkebunan Bahjambi. (Athar)